Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUMAH BERSUBSIDI: BTN Manado Kenakan Uang Muka 1%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akhirnya akan mengenakan uang muka sebesar 1% dari harga rumah sebesar Rp116 juta untuk kredit pembiayaan rumah bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 27 April 2015  |  16:54 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akhirnya akan mengenakan uang muka sebesar 1% dari harga rumah sebesar Rp116 juta untuk kredit pembiayaan rumah bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara. - JIBI
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akhirnya akan mengenakan uang muka sebesar 1% dari harga rumah sebesar Rp116 juta untuk kredit pembiayaan rumah bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara. - JIBI
Bisnis.com, MANADO – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akhirnya akan mengenakan uang muka sebesar 1% dari harga rumah sebesar Rp116 juta untuk kredit pembiayaan rumah bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara.
Padahal, sebelumnya perusahaan berencana akan mengenakan uang muka sebesar 5% untuk kredit kepemilikan rumah bersubsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Deputy Branch Manager BTN Manado Allan Marty Sondakh mengungkapkan terhitung sejak 25 April 2015 memang ada perubahan kebijakan terkait uang muka dan bunga FLPP.
“Perubahan itu adalah pengenaan uang muka 1% dan bunga 5%,” katanya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Senin (27/4/2015).
Namun, lanjutnya, terkait perubahan kebijakan itu ada persyaratan khusus agar masyarakat bisa memanfaatkan FLPP dari BTN. Dia mengatakan yang bisa diakomodasi dengen skema bunga dan pengenaan uang muka itu hanya pegawai negeri sipil (PNS).
Khusus untuk karyawan swasta wajib terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS). Selain itu, pembayaran gaji karyawan tersebut harus melalui BTN (payroll BTN).
“Kalau di luar itu maka harus menggunakan skema yang lama dengan uang muka 10%,” katanya.
Pihaknya kini masih menunggu slot jumlah rumah yang bakal dibiayain melalui skema FLPP di Sulawesi Utara. Menurutnya, slot BTN secara nasional sekitar 300-500 rumah. “Nah ini kami menunggu berapa slot untuk Sulawesi Utara. Namun, kami diminta untuk memproses sebanyak-banyaknya [bila ada pengajuan],” katanya.
Allan memprediksi dengan nilai rumah bersubsidi yang relatif murah, lokasi perumahan akan berada di luar Kota Manado. Misalnya, di wilayah Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow Timur.
Dengan resiko itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan strategi penyesuaian dengan melakukan relokasi kantor agar dekat dengan perumahan sehingga mempermudah konsumen untuk melakukan pembayaran. “Ini saran dari Otoritas Jasa Keuangan. Tahun depan kami ada di Paniki,” katanya.
Kini, lanjutnya, pihaknya tengah melakukan persiapan untuk penerapan FLPP itu melalui penyiapan sumber daya manusia. Pasalnya, BTN akan memiliki lounge yang khusus untuk melayani FLPP.  “Perkiraan kami awal Mei sudah jalan,” jelasnya.
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn rumah bersubsidi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top