Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Riau Kepri Targetkan Serap 5.000 Ton Beras Lokal

Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Riau dan Kepulauan Riau menargetkan penyerapan beras sebanyak 5.000 ton sepanjang 2015.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 April 2015  |  20:16 WIB
Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Riau dan Kepulauan Riau menargetkan penyerapan beras sebanyak 5.000 ton sepanjang 2015. - JIBI
Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Riau dan Kepulauan Riau menargetkan penyerapan beras sebanyak 5.000 ton sepanjang 2015. - JIBI
Bisnis.com, PEKANBARU -- Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Riau dan Kepulauan Riau menargetkan penyerapan beras sebanyak 5.000 ton sepanjang 2015.
Kepala Bulog Divre Riau Kepri Faruq Octobri Qomary mengatakan pihaknya akan menyerap beras kategori public service obligation (PSO) sebanyak 3.500 ton dan kategori komersial sebanyak 1.500 ton.
"Sampai saat ini realisasi beras PSO sudah 46,35 ton atau 1,32% target, sedangkan beras komersial sudah 280 ton atau 18,66% dari target," katanya kepada Bisnis, Selasa (22/4/2015).
Untuk beras komersil, jenis beras yang dibeli Bulog yaitu IR64 dari Sinaboy Kabupaten Rokan Hilir, Ciherang dari Bunga Raya Kabupaten Siak, Cekaw dari Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, dan IR 66 serta Mundam Pulau dari Sumatra Barat.
Pihaknya membeli beras hasil petani dengan rentang harga Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Harga ini ditetapkan pihaknya untuk mendorong petani lokal agar tetap menanam padi dan memproduksi beras.
Faruq mengatakan langkah pembelian beras produksi petani lokal ini juga untuk mengantisipasi pembeli dari luar daerah yang hanya mengemas lalu menjual berasnya kembali ke Riau.
"Kami menemukan praktek pengusaha luar yang membeli beras petani lokal lalu mengemas dan menjual kembali kemari dengan klaim beras itu hasil produksi daerahnya," kata Faruq.
Kondisi ini menurut dia, akan merugikan petani karena beras tersebut telah diklaim sepihak, serta masyarakat harus membeli dengan harga tinggi.
Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Dumai Tomi Despalingga mengatakan telah menyerap beras produksi petani lokal di Rokan Hilir sebanyak 150 ton.
"Kami menyerap beras petani lokal di wilayah Kecamatan Sinaboi sebanyak 150 ton. Harga yang kami tetapkan yaitu sesuai dengan harga pasar senilai Rp8.300/kg," katanya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat mengunjungi Riau telah meminta Perum Bulog untuk menyerap beras petani lokal sebanyak 4 juta hingga 4,5 juta ton.
"Ini sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi kepada Bulog untuk menyerap beras petani lokal sebanyak 4 juta, bila perlu 4,5 juta ton kata presiden," katanya.
Untuk dapat merealisasikan target tersebut, pihaknya meminta Bulog turun langsung ke daerah dan membeli beras ke petani, sehingga harga pembelian bisa lebih rendah dengan memutus rantai distribusi beras.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulog
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top