Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Misteri, Ini Tiga Kejanggalan Kematian Akseyna

Masih Misteri, Ini Tiga Kejanggalan Kematian Akseyna yang Diduga Bukan Bunuh Diri
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 April 2015  |  15:59 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Polisi masih belum bisa menjawab penyebab kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada 28 Maret 2015. Kepolisian Resor Depok belum bisa memastikan apa mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam itu dibunuh atau bunuh diri.

"Cara kematian Akseyna sangat tidak wajar dan janggal," kata Kolonel Sus Mardoto, ayah Akseyna, saat dihubungi Tempo, Senin, 20 April 2015. Hingga kini, ia mengaku belum menerima hasil otopsi yang sudah dilakukan polisi. "Apa saya harus minta? Seharusnya mereka yang memberikan."

Adapun otopsi jenazah dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri R. Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Jasad Akseyna ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap dengan tas ransel berisi batu yang menempel pada punggungnya. Batu itu diduga untuk menenggelamkan Akseyna.

Menurut dia, ada tiga kejanggalan pada kasus kematian anaknya. Tiga kejanggalan ini membuktikan bahwa kematian Akseyna bukan karena bunuh diri. Kejanggalan pertama, tas berisi bongkahan batu pada tubuh Akseyna. Kedua, adanya luka memar pada tubuhnya.

Ketiga, secarik kertas bertuliskan: "I will not return for please don't search for existence, my apologies for everything eternally," yang ditemukan di kamar kos Ace—sapaan Akseyna—di Kelurahan Kukusan, Beji. Mardoto yakin itu bukan tulisan anaknya karena ada perbedaan dalam menuliskan abjad tertentu. "Kalau bunuh diri, tidak akan melakukan cara serumit itu."

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan ada sejumlah luka memar pada jenazah pria 18 tahun itu. Dari hasil pemeriksaan forensik, Akseyna masih bernapas saat berada di dalam air. "Itu diketahui karena ada pasir dan air di dalam paru-parunya," ujarnya.

Musyafak menjelaskan Akseyna meninggal karena lemas pada paru-paru akibat tidak ada udara dan menghirup air. "Itu penyebab kematiannya. Tapi, apakah tenggelam sendiri atau ditenggelamkan (dibunuh), ini yang masih diselidiki dan ranahnya penyidik."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembunuhan

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top