Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bom Bunuh Diri Teror Afghanistan, 33 Tewas, 100 Luka-Luka

Afghanistan kembali diguncang bom bunuh diri pada Sabtu (18/4) yang menewaskan 33 orang dan melukai lebih dari 100 orang.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 19 April 2015  |  08:46 WIB
Bom bunuh diri di Afghanistan - Reuters
Bom bunuh diri di Afghanistan - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Afghanistan kembali diguncang bom bunuh diri pada Sabtu (18/4) yang menewaskan 33 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Menurut kepala kepolisian setempat, bom meledak di luar bank tempat para pekerja pemerintah mengambil gaji.

Ledakan itu memecahkan jendela-jendela dan menerbangkan pecahannya ke jalanan serta membuat asap dan debu memenuhi udara.

"Itu serangan bunuh diri," kata kepala polisi, Fazel Ahmad Sherzad.

Polisi mengatakan ledakan terkini yang mengguncang Jalalabad adalah ledakan yang dikendalikan setelah ahli menemukan bom lain di dekat tempat ledakan pertama.

Media lokal melansir pernyataan bekas juru bicara Taliban Pakistan yang menuduh kelompok Negara Islam (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) di Pakistan dan Afghanistan bertanggung jawab atas kejadian itu.

Namun juru bicara itu tidak bisa dijangkau dan hubungannya dengan kelompok itu tidak bisa diverifikasi oleh kantor berita Reuters.

Presiden Ashraf Ghani juga menyalahkan militan Negara Islam atas kejadian itu tanpa memberikan penjelasan rinci lebih lanjut.

Presiden Ghani mengunjungi Washington bulan lalu dan memperingatkan bahwa ISIS menimbulkan "ancaman mengerikan" bagi negerinya.

Sampai sekarang militan yang mengklaim menjadi bagian ISIS di Afghanistan kebanyakan bekas pejuang Taliban yang kecewa dengan pemimpin mereka.

Sementara Taliban sendiri mengutuk serangan itu sebagai kejahatan.

"Itu tindak kejahatan. Kami sangat mengecamnya," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, kepada Reuters.

Kelompok yang digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2001 itu jarang mengklaim serangan yang membunuh banyak warga sipil dan menyatakan mereka menyasar orang asing atau militer Afghanistan dan pemerintah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afghanistan ISIS

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top