Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSEKUSI MATI TKI: ‎Indonesia Dinilai Gagal Melindungi Buruh Migran

Pemerintah Indonesia dinilai telah gagal melakukan diplomasi tingkat tinggi untuk memberikan perlindungan bagi para buruh migran Indonesia yang bekerja di negara lain.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 17 April 2015  |  18:00 WIB
Ilustrasi- Aliansi TKI melakukan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo mencabut moratorium larangan pengiriman TKI ke Timur Tengah. - Antara
Ilustrasi- Aliansi TKI melakukan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo mencabut moratorium larangan pengiriman TKI ke Timur Tengah. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Pemerintah Indonesia dinilai telah gagal melakukan diplomasi tingkat tinggi untuk memberikan perlindungan bagi para buruh migran Indonesia yang bekerja di negara lain.

Menurut Direktur Eksekutif Migran Care, gagalnya pemerintah Indonesia dalam melindungi seluruh buruh migran Indonesia tersebut dapat ‎dilihat dari semakin banyaknya buruh migran Indonesia yang dieksekusi mati di negara lain. Seperti negara Arab Saudi yang belum lama mengeksekusi mati dua buruh migran Indonesia yaitu Siti Zaenab dan Karni Bt Medi Tarsim.

"Eksekusi (mati) yang berulang ini juga makin menegaskan kegagalan diplomasi (untuk) perlindungan buruh migran," ‎tutur Anis di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurut Anis, pemerintah Indonesia seharusnya tidak lagi berbasa-basi untuk melakukan protes keras terhadap pemerintahan negara lain, seperti negara Arab Saudi yang telah mengeksekusi mati dua warga negara Indonesia.

"Pemerintah Indonesia tidak boleh basa-basi untuk memberi pemakzulan (ke negara Arab Saudi)," tukasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tki arab
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top