Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIPGI Bakal Serap 175.000 Ton Garam Petani Sampang

Sekjen Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Faisal Baidlawi menjelaskan akhir pekan ini industri anggota Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) akan menandatangani kontrak untuk mengamankan produksi garam rakyat di Sampang.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 15 April 2015  |  17:45 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SURABAYA—Petani garam di kawasan Madura, Jawa Timur, bakal mendapat kepastian serapan produksi sejumlah 175.000 ton ke perusahaan-perusahaan pengguna garam rakyat dalam waktu dekat.

Sekjen Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Faisal Baidlawi menjelaskan akhir pekan ini industri anggota Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) akan menandatangani kontrak untuk mengamankan produksi garam rakyat di Sampang.

“Total yang akan diserap oleh perusahaan anggota AIPGI adalah 175.000 ton untuk kurun waktu 2 bulan. Nanti yang akan diserap adalah kualitas 2 dan 3, karena itu yang sedang ada stoknya,” ungkapnya kepada  Bisnis, Selasa (15/4/2015).

Adapun, garam yang akan dibeli dihargai Rp625/kg untuk kualitas dua (KP II) dan RRp575/kg untuk kualitas tiga (KP III). Faisal mengungkapkan saat ini sebagian dari proses penyerapan tersebut sudah berlangsung.

Lebih lanjut, dia mengatakan pembelian dan delivery untuk indutri anggota AIPGI tersebut akan disaksikan langsung di Sampang oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Sabtu siang (18/4).

“Dengan adanya kesepahaman dengan AIPGI, kami berharap jaminan pasar akan berjalan baik. Menurut data terkini dari rapat koordinasi APGRI dengan instansi terkait, saat ini stok garam yang masih mengendap di Jatim berjumlah 150.000 ton.”

Selain dari industri anggota AIPGI, produksi garam rakyat di Madura juga bakal segera mendapat jaminan serapan sejumlah 400.000 ton dari PT Garam (Persero), dengan menggunakan dana penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp222 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top