Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VONIS MATI TKI: Pemerintah Akan Protes Ke Arab

Pemerintah akan melayangkan protes keras kepada Pemerintah Arab Saudi karena selama ini jarang melaporkan adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terlibat kasus di negara tersebut.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 15 April 2015  |  16:48 WIB
Pemerintah akan melayangkan protes keras kepada Pemerintah Arab Saudi karena selama ini jarang melaporkan adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terlibat kasus di negara tersebut. - Antara
Pemerintah akan melayangkan protes keras kepada Pemerintah Arab Saudi karena selama ini jarang melaporkan adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terlibat kasus di negara tersebut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah akan melayangkan protes keras kepada Pemerintah Arab Saudi karena selama ini jarang melaporkan adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terlibat kasus di negara tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan Pemerintah Arab memang tidak memberikan peringatan atau informasi kepada Indonesia saat akan mengeksekusi Siti Zaenab.

Siti Zaenab adalah TKI asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur yang baru saja menjalani eksekusi mati di Arab karena terbukti bersalah atas pembunuhan majikannya.

"Ada kasus-kasus yang diberi tahukan, ada juga yang tidak. Jadi pemberitahuannya sesudah kejadian [eksekusi atau vonis]," kata Hanif di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi melakukan pelanggaran diplomatik dengan tidak bersifat kooperatif dan transparan terhadap keluarga korban dan Pemerintah Indonesia.

"Kami juga mendesak kepada Pemerintah Arab Saudi dan memprotes keras agar ketika melakukan eksekusi semacam itu Pemerintah Indonesia dan juga keluarganya harus diberitahu terlebih dahulu, ini sebagai katakanlah etika hubungan diplomatik," tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top