Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DBH Sawit Minim, Riau Harapkan Tingginya Produksi CPO

Pemerintahan Provinsi Riau berharap agar produksi Crude Palm Oil (CPO) dapat menambah minimnya Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari pemerintahan pusat.
Gemal Abdel Nasser P
Gemal Abdel Nasser P - Bisnis.com 13 April 2015  |  18:27 WIB
Pemerintahan Provinsi Riau berharap agar produksi Crude Palm Oil (CPO) dapat menambah minimnya Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari pemerintahan pusat. - Bisnis
Pemerintahan Provinsi Riau berharap agar produksi Crude Palm Oil (CPO) dapat menambah minimnya Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari pemerintahan pusat. - Bisnis
Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintahan Provinsi Riau berharap agar produksi Crude Palm Oil (CPO) dapat menambah minimnya Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari pemerintahan pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman mengatakan pendapatan dari CPO bisa menopang minimnya DBH sawit. Dia memprediksikan produksi CPO bisa menyumbangkan Rp1,5 triliun.
"Kalau CPO terus berproduksi dengan baik, bisa Rp1,5 triliun atau mungkin lebih. Ini bisa menutupi kurangnya DBH," ujarnya, Senin (13/4/2015)
Kini, DBH Minyak dan Gas (Migas) untuk Riau Rp1,9 triliun. Pemprov tengah melobi Dewan Energi Nasional (DEN) agar mendapatkan DBH CPO. Jika hal itu disetujui, maka Riau akan mendapatkan nilai pajak ekspor sebesar Rp8 triliun.
”DBH ini menjadi salah satu andalan dalam pendapatan daerah. Kita mengalami kesulitan kalau menutupinya dari sektor lain. Karena dananya besar dan Riau berptensi di sektor migas,” sambung Andi Rachman.
Wakil Ketua Kadin Riau Viator Butar-butar menanggapi untuk meningkatkan produksi CPO, proses hirilisasi harus dilakukan dengan cepat. Proses ini diterapkan Negara Malaysia yang dinilai berhasil dengan hilirisasi.
“Proses hirilisasi harus dilakukan dengan cepat. Sehingga permintaan akan terpelihara dengan kehadiran industri hilir domestik. Sekaligus akan menambah value added TBS (Tandan Bauh Segar) dan kelapa sawit,” katanya.
Namun, harga TBS di Riau untuk periode 8-14 April mengalami penurunan. Data dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau harga TBS usia 10 tahun kembali turun Rp5,96/kg menjadi Rp1.656,51/Kg dari periode sebelumnya sebesar Rp1.662,46/Kg.
Sementara untuk usia tiga tahun ditetapkan sebesar Rp1.185,77/kg dari Rp1.190,02/kg, usia empat tahun menjadi Rp1.324,07 dari Rp1.328,84/kg , usia lima tahun menjadi Rp1.416,83/kg dari Rp1.421,94/kg, dan usia enam tahun menjadi Rp1.4658,57/kg dai Rp1.463,81/kg.
Untuk usia tujuh tahun menjadi Rp1.514,22/kg dari Rp1.519,67/kg, usia delapan tahun menjadi Rp1.561,43/kg dari Rp1.567,05/kg, dan usia sembilan tahun menjadi Rp1.611,61/kg dari Rp1.617,39/kg.
Adapun harga rata-rata CPO menjadi Rp7.418,52/kg dari Rp7.473,33/kg dan inti sawit dari Rp5.296,21/kg menjadi Rp5.294,27/kg dengan indek K 87,53%.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo dana bagi hasil
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top