Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Canggih! Bareskrim Bisa Ungkap Pencurian Uang di Internet Banking

Badan Reserse Kriminal berhasil mengungkap pencurian uang nasabah bank pengguna internet banking menggunakan malicious software (malware) atau perangkat perusak yang diinfeksikan ke komputer nasabah.nn
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 13 April 2015  |  18:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal berhasil mengungkap pencurian uang nasabah bank pengguna internet banking menggunakan malicious software (malware) atau perangkat perusak yang diinfeksikan ke komputer nasabah.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjutak mengatakan terdapat sekitar Rp130 miliar uang nasabah yang berhasil dicuri pelaku.

“Ada 300 nasabah yang sudah menjadi korban,” katanya di Bareskrim Polri, Senin (13/4/2015).

Dalam menjalankan aksinya, Victor menuturkan pelaku menyebarkan malware ke komputer nasabah yang menggunakan software sistem operasi bajakan.

Victor mengatakan malware itu tidak berada di situs tertentu, melaikan umumnya berupa software. “Kan di internet sering ada perintah download software program tidak jelas.”

Setelah diinstal, kata Victor, software berupa malware itu akan memudahkan pelaku mengontrol komputer si nasabah yang menjadi targetnya.

Ketika nasabah bertransaksi menggunakan internet banking di peramban, maka pelaku membuat laman Internet banking yang menyerupai laman resmi bank.

Victor mengatakan korban seolah-olah korban bertransaksi dengan bank resmi, tetapi secara tidak sadar komputernya sudah diretas.

Korban yang tidak menyadari bertransaksi dengan laman Internet banking palsu itu kemudian diminta pelaku memasukkan token bank. Saat korban mengiyakan perintah tersebut, token bank itu justru tidak masuk ke bank melainkan dicuri oleh pelaku.

Selanjutnya pelaku yang sudah mengetahui token bank korban menggunakannya untuk mengambil uang korban hingga ratusan juta rupiah.

Pelaku, kata Victor , berasal dari luar Indonesia bahkan disebut sebagai sindikat. Mereka menggunakan jasa kurir dari Indonesia untuk mengumpulkan uang tersebut.

Uang nasabah yang berhasil dicuri itu kemudian ditransfer ke rekening kurir, selanjutnya ditransfer kembali ke rekening pelaku yang berada di Ukraina. 

“Bersedia memperoleh 10%. Sisanya dikirim ke Ukraina, pelaku di Ukraina bukan di Indonesia,” katanya.

Victor mengatakan pelaku tak menutup kemungkinan berupa sindikat. Adapun untuk saat ini pihaknya telah memeriksa 46 saksi. “Kita akan kerja sama dengan pihak interpol untuk mengungkap kasus ini,” katanya.  

Terkait bank mana saja yang sudah menjadi korban, Victor mengatakan ada beberapa bank yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Dalam laman wikipedia.com disebutkan, malware atau perangkat perusak merupakan perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen, atau jejaring komputer tanpa izin termaklum dari pemilik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top