Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Saran Kemenhub untuk Pembenahan Bandara Juanda

Kementerian perhubungan menyoroti adanya penurunankualitas di beberapa sarana krusial bandara Juanda yang harus segera dibenahi
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 12 April 2015  |  17:21 WIB

Bisnis.com, SURABAYA—Kementerian Perhubungan menyoroti adanya penurunan kualitas di beberapa sarana krusial Bandar Udara Juanda yang harus segera dibenahi, meski secara umum menilai bandara andalan Surabaya itu masih memenuhi standar keamanan nasional.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengungkapkan pihaknya telah merampungkan audit rutin terhadap kemanan dan keselamatan bandara-bandara di Tanah Air, termasuk Juanda.

“Sebagai regulator, kami selalu melakukan audit baik terhadap keamanan maupun keselamatan. Dari hasil audit ini, kami berikan rekomendasi apa yang harus dilakukan dan ditingkatkan [oleh pengelola bandara],” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (12/4).

Ditemui di sela-sela sosialisasi keamanan penerbangan di Ibu Kota Jawa Timur, Suprasetyo mengungkapkan Kemenhub memiliki beberapa catatan khusus terhadap Bandara Juanda. Salah satu yang paling digarisbawahi adalah buruknya kualitas landasan pacu (runway).

“Khusus Juanda, rekomendasi kami adalah soal runway dan taxi way. Harus ditingkatkan kualitasnya supaya tidak mudah mengelupas. Kan sering mengelupas belakangan ini. Harus dikontrol semuanya, harus merata.”

Rekomendasi perbaikan sudah dilayangkan kepada otoritas bandara Juanda pada triwulan pertama 2015. Menurutnya, jika sampai triwulan ketiga tidak ada tindak lanjut dari pengelola Juanda, Kemenhub akan memberi rapor merah dalam pemberian sertifikat operasi bandara.

Dia menilai standar bandara internasional di Indonesia yang dapat dijadikan contoh bagi Juanda adalah Bandara Ngurah Rai. Dari aspek keamanan dan keselamatan, bandara kebanggaan Bali itu sudah memenuhi persyaratan yang dipatok Kemenhub.

“Itu sudah mandatori. Standar itu harus dilaksanakan, baik saat jumlah penumpang menurun maupun meningkat. Kalau tidak comply, lebih baik tidak usah dipakai lagi fasilitas penerbangan itu.”

Saat ini, Ditjen Perhubungan Udara santer bergerilya ke kota-kota besar untuk memasyarakatkan keamanan penerbangan, pascapenyusupan Mario Steven Ambarita ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia GA177 di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Setelah kejadian tersebut, tutur Suprasetyo, fokus pertama yang dilakukan otoritas perhubungan adalah meningkatkan patroli di sekitar bandara dan mengecek pemenuhan standar pagar keamanan di setiap bandara.

Patroli akan dilakukan acak tanpa jadwal rutin. Selain itu, dia memastikan setiap orang yang masuk wilayah bandara tanpa izin akan ditindak secara pidana, baik menyeberang landasan, menerobos pagar bandara, dan aksi lain yang membahayakan keselamatan penerbangan.

“Kami mengajak kepedulian masyarakat, kalau ada orang yang masuk bandara tidak sesuai prosedur atau loncat pagar, harus dilaporkan ke pengelola bandara. Inspektur juga tidak boleh main-main dalam mengawasi kelayakan pesawat, kesiapan penerbang, dan sebagainya.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara juanda
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top