Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Ara, Eva, Rieke & Pramono Tak Masuk Pengurus PDIP?

Sejumlah pengamat mempertanyakan tidak masuknya para vokalis PDIP seperti Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka, dan Eva Kusuma Sundari, Pramono Anung dalam susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP hasil Kongres IV di Bali.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 April 2015  |  20:08 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi putrinya Puan Maharani (kedua kiri), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Bendahara Umum Olly Dondokambey (kiri) seusai pengumuman pengurus inti PDI Perjuangan saat Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4). - Antara
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi putrinya Puan Maharani (kedua kiri), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Bendahara Umum Olly Dondokambey (kiri) seusai pengumuman pengurus inti PDI Perjuangan saat Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Sejumlah pengamat mempertanyakan tidak masuknya para vokalis PDIP seperti Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka, dan Eva Kusuma Sundari, Pramono Anung dalam susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP hasil Kongres IV di Bali.

BACA JUGA: Inilah 10 Bandar Udara Teraman di Dunia

Padahal, mereka dikenal sangat aktif dalam membesarkan partai dengan cara masing-masing. Mereka juga merupakan pendulang suara untuk partai pemenang pemilu tersebut.

BACA JUGA: Di Bandara Ini  Tak Pernah Bagasi Hilang

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengaku kaget dengan tidak dimasukkannya nama seperti Maruarar, Eva, Pramono dan Rieke dalam kepengurusan DPP PDIP periode 2015-2020. Mereka dinilai jelas berkualitas dan bekerja keras membesarkan partai.

"Sangat disayangkan memang, orang berkualitas sekelas Ara, Rieke dan Eva dan Pramono didepak," kata Qodari kepada wartawan, Sabtu (11/4/2015.

Ara dan Rieke, kata dia, adalah lumbung suara untuk partai. Keduanya juga tokoh yang kreatif dalam menjaring relawan dan pemilih pemula untuk partai.

Sementara itu, pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, menyayangkan langkah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tidak menjadikan Maruarar Sirait alias Ara menjadi pengurus pusat partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Itu sangat disayangkan ya. Saya sendiri sangat menyayangkan orang seperti Maruar tidak masuk. Tapi kalau Maruar Sirait, Eva Sundari, dan lain-lain yang berpotensi tidak masuk itu yang jadi pertanyaan,” ujar Boni.

Boni mengaku tak memiliki pandangan buruk terkait tidak ditempatkannya kembali Ara sebagai Pengurus DPP PDIP. Padahal, saat ini Ara tak menempati posisi apapun di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

“Saya tidak mencurigai apa-apa, tapi itu tetap menjadi pertanyaan. Ara dan Eva kan ini tidak ada di pemerintahan, kenapa enggak masuk,” katanya.

Sementara itu, berdasaran hasil Kongres IV PDIP di Bali, posisi ketua bidang pemuda dan olahraga dipercayakan ke Sukur Nababan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kongres PDIP
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top