Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suryadharma Ali: KPK Ingin Balas Dendam

Tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA), mengakui bahwa dirinya menolak untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan penahanan dirinya selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 April 2015  |  20:45 WIB
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali memasuki Gedung KPK untuk diperiksa, di Jakarta, Jumat (10/4). - JIBI/Nurul Hidayat
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali memasuki Gedung KPK untuk diperiksa, di Jakarta, Jumat (10/4). - JIBI/Nurul Hidayat

Kabar24.com, JAKARTA—Tersangka bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA), mengakui bahwa dirinya menolak untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan penahanan dirinya selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

"Saya disodorkan surat perintah penahanan dan saya menolak menandatangani surat perintah penahanan itu berikut berita acaranya," tegas SDA di Gedung KPK Jakarta, Jumat (10/4).

Menurut SDA, alasan dirinya tidak mau menandatangani BAP dan penahanan terhadap dirinya, karena SDA merasa KPK tidak adil selama memperlakukan dirinya sebagai tersangka. "Satu sekali lagi saya merasa diperlakukan tidak adil," katanya.

Selain itu, SDA juga meyakini bahwa alasan KPK menahan dirinya karena KPK ingin belas dendam, lantaran SDA telah mengajukan permohonan gugatan praperadilan terhadap KPK atas penetapan status tersangka kepada dirinya.

"Ini bisa juga sebagai bentuk balas dendam kepada saya karena saya melakukan praperadilan," tukasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top