Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGOTA DPR DITANGKAP: Ini Keterangan Resmi Ketua DPR

Menanggapi kasus penangkapan tersebut, Ketua DPR Setya Novanto mengaku baru mendengar soal penangkapan itu dari KPK.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 April 2015  |  11:32 WIB
Ketua DPR Setya Novanto.  - Bisnis.com
Ketua DPR Setya Novanto. - Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA - KPK menangkap tangan seorang politisi DPR di sebuah hotel mewah di kawasan Sanur, Bali. Terungkap kalau yang tertangkap tangan itu merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP) yang memang sedang membuat hajatan Kongres di Bali.

Menanggapi kasus penangkapan tersebut, Ketua DPR Setya Novanto mengaku baru mendengar soal penangkapan itu dari KPK.

"Ini tentu masalah yang berkaitan supremasi hukum. Apapun berkaitan masalah hukum, kita mendukung. Kita serahkan pada KPK untuk menindaklanjutinya," katanya di Gedung DPR/MPR/DPD RI Jakarta, Jumat (10/4/2015).

"Tentu menjadi perhatian kita. Kita harapkan semua anggota DPR harus hati-hati untuk tidak terlibat berkaitan suap dan korupsi," katanya.

Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari mengkonfirmasi bahwa salah satu kader PDIP kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK semalam di Swiss Belhotel, Bali.

"Benar bahwa kader kami ditangkap," kata Eva, Jumat (10/4/2015).

Menurut dia, terkait kasus dan dugaan korupsi yang dilakukan kader tersebut, partai belum dapat mengatakan apa pun. PDIP akan menunggu pernyataan resmi dari KPK hari ini.

Eva mengatakan, belum ada sikap resmi dari partai soal penangkapan ini. Tapi, katanya, hari ini Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan bicara soal kasus ini. "Insya Allah pagi ini, ibu berpendapat soal ini".

KPK mencokok politikus PDIP saat berlangsung Kongres PDIP di Bali pada Kamis, 9 April 2015. Dia ditangkap terkait dugaan penyuapan.

Berdasarkan informasi dari salah seorang politikus PDIP lainnya, kader yang ditangkap itu berinisial A. Dia merupakan anggota DPR Komisi Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II.

Bekas bupati salah satu daerah di Kalimantan Selatan ini diduga menerima duit dari salah seorang polisi berpangkat brigadir satu.

Belum diketahui apakah polisi itu berperan sebagai perantara atau memang uang itu berasal dari kantongnya. Duit yang diterima sekitar US$ 40 ribu. Saat ini A sudah dibawa ke Jakarta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk Kongres PDIP

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top