Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bandung Siapkan 13 Rusun

Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 13 rumah susun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mulai Juli 2015.nn
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 06 April 2015  |  21:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA—Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 13 rumah susun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mulai Juli 2015.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan tahun ini baru tiga lokasi yang sudah siap dibangun, yakni di Kelurahan Sadang Serang, Kelurahan Rancacili, dan Kecamatan Kiara Condong.

Menurutnya, hunian vertikal ini mengusung konsep apartemen rakyat.

“Tiga belas apartemen rakyat dibangun di setiap titik kawasan kumuh, dimana peruntukkannya khusus untuk MBR. Karena untuk rakyat cicilannya hanya Rp500.000 per bulan,” ujarnya setelah kunjungan ke Kementerian PUPR, Senin (6/4/2015).

Emil, sapaan akrab dari Wali Kota Bandung ini, berharap dengan cicilan yang murah warga di kawasan kumuh dapat berpindah ke hunian tersebut.

Biaya tersebut menurutnya juga sangat pas untuk mengarahkan warga yang tadinya memiliki hunian dengan status sewa, mengarahkan iuran per bulannya untuk mencicil unit apartemen rakyat tersebut.

“Kita akan mengatur siapa developernya, dan kita bikin peraturan ketat bahwa itu bukan untuk investasi, sehingga betul-betul untuk warga Bandung,” tuturnya.

Pasalnya, selama ini proses penyediaan perumahan terlalu dikuasai oleh pasar.

Menurut Emil, apabila suplai papan selalu diserahkan sepenuhnya kepada pasar, sampai kapanpun MBR yang membutuhkan hunian tak akan mampu memiliki rumah.

Oleh karena itu, Pemkot sedang menggodok Peraturan Wali Kota (Perwal) perihal peruntukkan apartemen rakyat tersebut.

Rencananya, pada Juli 2015 Pemkot mulai membangun hunian tersebut. Setiap unit apartemen rakyat seluas 24 m2 akan dibanderol sebesar Rp50 juta. Namun, ada pula apartemen rakyat yang untuk disewakan (rusunawa).

Emil menambahkan harga murah tersebut datang dari subsidi pemerintah. Sumber pembiayaan akan dibagi dari BPJS Ketenagakerjaan, APBN, dan pengembang dengan total nilai investasi sekitar Rp300 - Rp400 miliar.

Pengembang , lanjutnya, berkontribusi sebesar 20 persen dari total nilai investasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusun pemkot bandung
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top