Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu Retno: Sulit Mengevakuasi WNI di Mukallah

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku kesulitan mengevakuasi WNI di Al Mukallah, Yaman, lantaran alasan keamanan.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 06 April 2015  |  21:14 WIB
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku kesulitan mengevakuasi WNI di Al Mukallah, Yaman, lantaran alasan keamanan.

"Sebenarnya tim ingin melanjutkan ke Al Mukalah, namun karena faktor keamanan, tim tidak bisa masuk ke Al Mukalah," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (6/4).

Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri sudah melakukan kontak dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Al Mukallah. Dalam kontak tersebut, pemerintah meminta PPI membantu evakuasi dari Al Mukallah, pasalnya saat ini sudah 40 orang yang mendaftar untuk dievakuasi.

Sementara itu, Kemenlu juga telah berdiskusi dengan PPI di Tarim, Yaman, ada sekitar 150 mahasiswa yang siap dievakuasi.

"Evakuasi di Tarim akan dilakukan melalui darat menuju Shalala, perbatasan Oman. Dari Shalala kita akan terbangkan lebih lanjut ke Indonesia," katanya.

Di Tarim, imbuh Retno, terdapat sekitar 1.500 mahasiswa Indonesia. "Jadi kita melakukan dialog dengan mereka dan menghimbau agar mereka mau dievakuasi."

Retno menambahkan situasi evakuasi WNI di Yaman sangat dinamis dan sangat cair. Perkembangan evakuasi, lanjutnya, akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

"Sejauh ini evakuasi dapat dilakukan dengan segala tantanganya. Kita memiliki tim yang sangat kuat, baik diplomat-diplomat kita juga dibantu oleh TNI AU, polisi, intelijen, dan sebagainya," kata Retno.

Retno memaparkan hingga saat ini sebanyak 700 dari 4.159 WNI di Yaman sudah kembali ke Tanah Air. Evakuasi dilakukan sejak Desember 2014 sebanyak 332 orang, Februari 2015 148 orang, 5 April 2015 110 orang, dan 6 April 2015 sebanyak 110 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Yaman
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top