Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Paskah, ISIS Bom Gereja Assyrian

Pada hari Minggu (5/4/2015), kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan gereja Perawan Maria, di desa Asiria Tel Nasri dekat kota Tel Temir (50 km sebelah barat dari Hasakah) di timur laut Suriah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 April 2015  |  16:09 WIB
Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) - dw.de
Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) - dw.de

Kabar24.com, JAKARTA— Pada hari Minggu (5/4/2015), kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan gereja Perawan Maria, di desa Asiria Tel Nasri dekat kota Tel Temir (50 km sebelah barat dari Hasakah) di timur laut Suriah.

Pengeboman gereja tersebut bertepatan dengan hari pertama libur Paskah Kristen Assyrian. Gereja tersebut sendiri dibangun pada tahun 1934 dan sempat direnovasi pada 2005.

Berita tentang pengeboman gereja di desa Tel Nasri telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Asyur di wilayah diaspora dan kecurigaan terhadap pembantaian yang mungkin dilakukan oleh milisi ISIS terhadap tahanan Assyria yang berada dalam penangkapan bulan lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (5/4/2015), Jaringan Asyur untuk Hak Asasi Manusia (ANHR) mengutuk serangan ISIS pada Gereja Perawan Maria.

Ini dianggap sebagai 'kejahatan perang menurut hukum kemanusiaan internasional yang melarang fasilitas keagamaan sebagai target selama konflik bersenjata untuk alasan apapun'.

Sementara, dari pihak Tel Temir sendiri, berbicara kepada ARA News di Tel Temir, Ninos Marqas, seorang pejuang Asyur dari Haras al-Khaboor (kekuatan yang berjuang bersama YPG Kurdi dalam memerangi ISIS), mengatakan bahwa Tel Temir telah sepenuhnya mengevakuasi warga sipil, dan mengubah lokasi tersebut menjadi zona militer .

"Kami akan melawan mereka (ISIS). Mereka akan diusir dari desa kami, "tambahnya, menunjukkan bahwa mereka akan memperlakukan kelompok militan ISIS sebagai musuh kemanusiaan.

"Tel Nasri akan menjadi kunci untuk membersihkan desa Asiria Khaboor (Tel Shamiram, Tel Maghas, Goran dan desa-desa lain) dari kotoran mereka, ekstremis barbar," kata Marqas.

Seorang Asyur di Australia, Samir Abu Ashur, mengomentari pemboman gereja, mengatakan: "Kami sudah menjadi komunitas damai sepanjang sejarah; mengapa teroris tersebut melakukan genosida terhadap kami? "

"Kami (Assyria) menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri kejahatan brutal yang dilakukan di Suriah terhadap Asyur dan semua orang di wilayah tersebut dari tangan Daesh (ISIS)," katanya.

Pasukan gabungan di Tel Temir mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu jika mereka tidak akan tinggal diam dan menyerah pada tragedi yang menimpa mereka

"Sebuah seruan merebut kembali wilayah Tel Temir dan desa-desa Khaboor akan dilakukan segera, membalas dendam untuk para martir kami yang jatuh dengan senapan mesin pada para teroris".

ISIS sendiri mengakui serangan tersebut sebagai tindakan mereka. Melalui salah satu media pro ISIS yang dikutip Aranews, melaporkan bahwa ISIS melancarkan serangan pada apa yang mereka gambarkan sebagai 'gereja politeistik Assyria' di Tel Nasri. Dikatakan juga jika mereka mampu menghancurkan bagian utama dari bangunan tersebut.

Sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dari dan kerusakan seperti apa yang timbul dari serangan tersebut.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top