Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANG YAMAN, Palang Merah Minta Jeda Segera untuk Bantuan Medis

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerukan pada hari Sabtu (4/5/2015) untuk segera dalam 24 jam penghentian permusuhan di Yaman, guna memberikan bantuan medis di negara yang situasi kemanusiaan sudah sangat mengerikan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 05 April 2015  |  01:40 WIB
Dua orang bocah memegang pecahan peluru meriam di reruntuhan bekas rumah yang hancur akibat serangan udara di Yaman yang dilanda perang saudara.  - Reuters
Dua orang bocah memegang pecahan peluru meriam di reruntuhan bekas rumah yang hancur akibat serangan udara di Yaman yang dilanda perang saudara. - Reuters

Kabar24.com, JENEWA - Komite Internasional Palang Merah menyerukan pada hari Sabtu (4/5/2015) untuk segera dalam 24 jam penghentian permusuhan di Yaman, guna memberikan bantuan medis di negara yang situasi kemanusiaan sudah sangat mengerikan.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan serangan udara militer di Yaman itu masih memblokir tiga pengiriman bantuan dan staf medis, kata badan bantuan Palang Merah. Pembicaraan masih berlangsung dengan semua pihak, kata juru bicara Palang Merah Sitara Jabeen.

"Semua jalur udara, darat, dan laut harus dibuka tanpa penundaan selama minimal 24 jam untuk memungkinkan bantuan untuk mencapai orang-orang yang membutuhkan, setelah lebih dari seminggu serangan udara dilakukan secara intens," kata ICRC dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi yang memimpin koalisi pasukan, yang membom pejuang Houthi-sekutu Iran dan unit tentara memerangi pasukan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, telah menguasai ruang udara Yaman dan pelabuhan sejak mulai ofensif 10 hari yang lalu.

Lebih dari 48 ton obat-obatan dan peralatan bedah, cukup untuk mengobati hingga 3.000 orang, siap dikirim ke Yaman dengan kapal dan pesawat, tapi masih menunggu izin, kata pernyataan itu. Sebuah tim bedah ICRC dalam posisi siaga di Djibouti untuk pergi ke Aden.

"Karena sudah ada perkembangan positif dalam diskusi kami, kami berharap untuk mendapatkan semua izin yang diperlukan pada Minggu," kata Jabeen kepada Reuters.

Kekurangan

Menurut ICRC, rumah sakit dan klinik kehabisan obat-obatan dan peralatan. Banyak daerah mengalami kekurangan bahan bakar dan air, dan stok pangan sedang habis. ICRC memiliki 300 pekerja bantuan di Yaman, termasuk orang asing.

"Kami sangat membutuhkan segera penghentian pertempuran, sehingga memungkinkan bagi keluarga di daerah yang terkena dampak paling parah, seperti Aden, bisa mendapatkan makanan dan air, atau perawatan medis," kata Robert Mardini, kepala operasi ICRC Timur Tengah.

"Bagi yang terluka, peluang mereka untuk bertahan hidup tergantung pada tindakan dalam beberapa jam, bukan hari."

Dewan Keamanan PBB teah mengadakan pertemuan yang disebut oleh Rusia untuk membahas jeda kemanusiaan di serangan udara.

Koordinator bantuan PBB Valerie Amos mengatakan pada Kamis tercatat sebanyak 519 orang tewas dalam pertempuran itu dan hampir 1.700 terluka.

Warga di Aden, kota selatan di mana pejuang Houthi dan sekutu mereka telah berjuang melawan pasukan yang setia kepada Hadi, mengatakan pada Sabtu (5/4/2015) beberapa daerah telah dalam kondisi tanpa air atau listrik selama 2 hari.

"Bagaimana kita bisa bekerja? Ini tidak bisa diterima. Berapa lama orang bisa hidup tanpa air atau listrik?" kata Mohammad Fara'a, warga kabupaten Kawah di pusat Aden, yang sempat ditangkap pada Kamis oleh pasukan Houthi.

Warga Kawah lain, Hassan Abdallah, mengatakan orang-orang beralih ke masjid yang sudah tak lagi dipakai untuk mendapatkan air. Di kawasan yang berdekatan Mualla, Abdu Hassan mengatakan keluarganya menggunakan air dalam tangki terakhir mereka.

"Ketika itu habis, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan kita lakukan," katanya. []


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Yaman

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top