Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mensos: Pelayanan Lansia Dilakukan Secara Panti dan Nonpanti

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan pelayanan sosial bagi kalangan lanjut usia (lansia) dilakukan dengan melakukan pendekatan panti dan non panti dalam rangka untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 04 April 2015  |  20:24 WIB
 Ilustrasi. -
Ilustrasi. -

Bisnis.com, BATU- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan pelayanan sosial bagi kalangan lanjut usia (lansia) dilakukan dengan pendekatan panti dan nonpanti dalam rangka untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial.

Saat ini pelayanan sosial bagi lansia dilakukan baik secara home care maupun day care. Pelayanan kepada mereka itu merupakan keharusan yang dilakukan pemerintah.

“Diantaranya melalui panti sebagai alternatif representasi negara,” kata Khofifah saat melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren Lansia Rodhiyatan Mardhiyah Kelurahan Ngaglik Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2015).

Namun begitu menurut Khofifah penanganan sosial bagi lansia tidak selalu harus dilakukan di panti. Pihaknya juga melakukan penjangkauan dengan memperluas pelayanan untuk membantu dalam mendata, menemukan dan mengenali masalah utama lansia.

Kementerian Sosial telah melakukan langkah langsung lapangan dalam bentuk bedah kamar lansia terlantar. Pelayanan sosial bagi lansia harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pemerintah untuk memperoleh perlindungan sosial maupun jaminan sosial.

“Merupakan sebuah keniscayaan negara hadir dalam pelayanan dan pemberdayaan bagi lansia,” jelas dia.

Berdasarkan data kementerian sosial dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.641.326 jiwa yang masuk kategori lansia berjumlah 18.043.717 jiwa, tidak terlantar 10.533.831 jiwa, rawan terlantar 4.658.280 jiwa dan yang terlantar 2.851.606 jiwa.

Kementerian Sosial juga mencatat terdapat 1,8 juta jiwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ` unregister` dan dipastikan akan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Angka harapan hidup rata-rata penduduk Indonesia 70,7 tahun dan yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni 74,2 tahun. Untuk laki-laki 75 tahun dan wanita 65 tahun,” ujarnya.

Sewaktu berada di Kota Batu, Mensos juga melakukan kunjungan ke kebun bunga mawar di desa Gunungsari kecamatan Bumiaji dan melakukan petik bunga mawar.

Kota Batu yang berkontur pegunungan kata Khofifah sudah selayaknya menyiapkan kendaraan dan sarana prasarana lain sebagai upaya preventif jika terjadi bencana alam. Karena hal itu sudah menjadi tugas pemerintah daerah sebagai wujud perhatian ke masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top