Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi Terlibat Serangan ke Yaman

Pasukan Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap pemberontak Houthi di Yaman setelah pemerintah negara itu meminta intervensi negara asing atas konflik dalam negeri negara itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Maret 2015  |  09:30 WIB
Arab Saudi Terlibat Serangan ke Yaman
Presiden Yaman Abd-Rabbo Mansour Hadi. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pasukan Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap pemberontak Houthi di Yaman setelah pemerintah negara itu meminta intervensi negara asing atas konflik dalam negeri negara itu.

Dubes Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir mengatakan negaranya beraksi demi ‘membela pemerintahan yang sah’ pimpinan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu, menurut Al-Jubeir, dimulai Kamis (26/03) pukul 23.00 GMT atau pukul 06.00 WIB.

Dia memastikan bahwa operasi serangan tersebut juga didukung sejumlah negara Teluk sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Kamis (26/3/2015).

Serangan Arab Saudi terjadi hanya dua hari setelah Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassin memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk melakukan intervensi militer. Permohonan Yassin dikutip surat kabar Arab Saudi, Asharq al-Awsat.

Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka didukung oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kaum Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut.[]

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi yaman

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top