Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Kerepotan Cegah WNI Gabung ISIS

Pemerintah mengaku kerepotan mencegah warga negara Indonesia yang ingin bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 23 Maret 2015  |  13:27 WIB
Pemerintah Kerepotan Cegah WNI Gabung ISIS
Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) - dw.de

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah mengaku kerepotan mencegah warga negara Indonesia yang ingin bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencotohkan terdapat sekolompok warga negara Indonesia ingin Umroh namun kemungkinan ketika di Timur Tengah mereka bergabung dengan ISIS.

"Padahal [mereka] tidak tersangka [maka] tidak bisa dicekal karena niatnya umroh namun tidak kembali ke Tanah Air," katanya di gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Selanjutnya, kata Tjahjo berdasarkan data intelijen terdapat 500 warga negara Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah. Menurut dia angka 500 itu merupakan gelombang besar warga negara Indonesia yang bergabung ke sana.

"Baik yang menyangkut prinsip ideologi kemudian akibatnya pragmatis nah ini harus dicegah," katanya.

Sementara itu terkait 16 warga negara Indonesia yang ditahan oleh otoritas keamanan Turki, Tjahjo mengatakan jika tiba di Tanah Air maka mereka akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan.

"Kalau pulang pasti dong kita tanya dulu ke mana, siapa yang membawa, alasan dan pertimbangannya apa," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya akan mengupayakan pemulangan 16 warga negara Indonesia yang ditahan di Turki dalam waktu dekat.

"Kami siapkan handing over untuk lakukan pemeriksaan dan segera kita bisa kembalikan kalau memang tidak ada pelanggaran pidana," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS
Editor : Linda Teti Silitonga

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top