Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Kerepotan Cegah WNI Gabung ISIS

Pemerintah mengaku kerepotan mencegah warga negara Indonesia yang ingin bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah
Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)/dw.de
Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)/dw.de

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah mengaku kerepotan mencegah warga negara Indonesia yang ingin bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mencotohkan terdapat sekolompok warga negara Indonesia ingin Umroh namun kemungkinan ketika di Timur Tengah mereka bergabung dengan ISIS.

"Padahal [mereka] tidak tersangka [maka] tidak bisa dicekal karena niatnya umroh namun tidak kembali ke Tanah Air," katanya di gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Selanjutnya, kata Tjahjo berdasarkan data intelijen terdapat 500 warga negara Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah. Menurut dia angka 500 itu merupakan gelombang besar warga negara Indonesia yang bergabung ke sana.

"Baik yang menyangkut prinsip ideologi kemudian akibatnya pragmatis nah ini harus dicegah," katanya.

Sementara itu terkait 16 warga negara Indonesia yang ditahan oleh otoritas keamanan Turki, Tjahjo mengatakan jika tiba di Tanah Air maka mereka akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan.

"Kalau pulang pasti dong kita tanya dulu ke mana, siapa yang membawa, alasan dan pertimbangannya apa," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya akan mengupayakan pemulangan 16 warga negara Indonesia yang ditahan di Turki dalam waktu dekat.

"Kami siapkan handing over untuk lakukan pemeriksaan dan segera kita bisa kembalikan kalau memang tidak ada pelanggaran pidana," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dika Irawan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper