Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata Ada Aliran Dana Teroris dari Australia ke Indonesia. Ini Penjelasan PPATK

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan aliran dana dari pihak Australia kepada pihak di Indonesia untuk membiayai aksi terorisme.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 23 Maret 2015  |  14:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan aliran dana dari pihak Australia kepada pihak di Indonesia untuk membiayai aksi terorisme.

Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan PPATK Indonesia telah bekerja sama dengan Austrac (Australia Transaction Reports and Analysis Center) atau PPATK Australia untuk mendeteksi aliran dana terkait tindak terorisme.

"‎Kita temukan ada dukungan pembiayaan dari pihak Australia kepada jaringan di Indonesia. Saya tidak bisa sebutkan secara detail," ungkapnya di sela Konferensi Internasional tentang Penanggulangan ISIS dan Terorisme di Indonesia, Senin (23/3/2015).

Temuan tersebut, lanjut Agus, telah disampaikan PPATK kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang dibentuk Polri untuk ditindaklanjuti. "Saya tidak bisa sebutkan nilainya, yang jelas tidak sampai jutaan dolar," tuturnya.

Temuan tersebut menegaskan ada pihak di luar jurisdiksi Indonesia yang mendanai aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Sebagai tindak lanjut temuan tersebut, PPATK menginisiasi kerja sama antara PPATK di kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan maraknya transaksi keuangan antarnegara untuk membiayai tindakan radikal terorisme.

"Oktober ini kita mau ada kerja sama meningkatkan awareness terkait ISIS dan teroris di kawasan. Kita akan undang PPATK dari Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Australia," papar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk teroris ISIS
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top