Pedagang Pakaian Bekas Impor di Bontang Tak Berizin

Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UMKM Kaltim mengungkapkan pedagang pakaian bekas bekas impor yang berada di Kota Bontang tidak memiliki izin usaha.
M. Taufiqur Rahman | 17 Maret 2015 14:44 WIB
Ribuan pakaian bekas impor ilegal dimusnahkan. - JIBI
Bisnis.com, SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UMKM Kaltim mengungkapkan pedagang pakaian bekas bekas impor yang berada di Kota Bontang tidak memiliki izin usaha.
Dikutip dari laman Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Indagkop UMKM) Kaltim, pada 9 Maret hingga 11 Maret Dinas Indagkop UMKM melakukan pengawasan di beberapa retail dan pedagang grosiran pakaian bekas impor yang ada di Kota Bontang.
Hasilnya, para pedagang pakaian bekas itu tidak memiliki perizinan atau legalitas resmi seperti SIUP, TDP, SITU dan NPWP.  Rata-rata pedagang yang berdagang pakaian bekas impor di Bontang ini sudah berdagang sejak 3 hingga 20 tahun yang lalu.
Pakaian bekas impor yang dijual merupakan pakaian bekas dari Malaysia. Pedagang mendapat pasokan dari pedagang grosir di Samarinda, sementara pedagang grosir Samarinda mendapat pasokan barang dari Sulawesi Selatan.
Dalam rilis resminya itu, Disperindagkop dan UMKM Kaltim menyebutkan volume pembelian pedagang pakaian bekas impor di Bontang dalam sebulan mencapai 10 koli (ukuran barang bagasi/pengiriman). Sementara omzet penjualan perharinya antara Rp300.000 hingga Rp2.000.000.
Lebih jauh, sebagian besar pedagang tidak mau menginformasikan nama dan alamat pemasok atau distributor pakaian bekas impor tersebut. Mereka beralasan pakaian bekas itu langsung diantarkan ke masing-masing kios.
Tag : pakaian bekas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top