Polisi Duga Nilai Kerugian Korupsi UPS Mencapai Rp50 Miliar

Penyidik Polda Metro Jaya menduga nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi pengadaan "Uninterruptible Power Supply" (UPS) mencapai Rp50 miliar.
Martin Sihombing | 17 Maret 2015 20:23 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menduga nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi pengadaan "Uninterruptible Power Supply" (UPS) mencapai Rp50 miliar. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya menduga nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi pengadaan "Uninterruptible Power Supply" (UPS) mencapai Rp50 miliar.

"Taksiran kerugian kisaran Rp50 miliar," kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Aji Indra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Namun Aji mengatakan penyidik kepolisian masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan nilai kerugian.

Menurut Aji, penyidik mencurigai adanya penggelembungan pengadaan setiap unit UPS yang saat ini sedang didalami dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Kita dalami juga melalui dokumen yang disita," ujar Aji.

Aji mengungkapkan satu paket pengadaan UPS terbagi pada tiga rekening yaitu delapan rak paket UPS senilai Rp108 juta, instalasi (Rp2,8 miliar) dan alat UPS (Rp2,4 miliar) dengan total lebih dari Rp5,8 miliar.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 63 orang dari 130 saksi yang diagendakan akan dimintai keterangan.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangani dugaan kasus korupsi pengadaan UPS pada 28 Januari 2015.

Penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status penanganan kasus menjadi penyidikan pada Jumat (6/3) namun belum ada penetapan tersangka.

Sumber : Antara

Tag : korupsi, dprd dki
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top