Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Pulau Serangan Bali Agar Dilanjutkan

Pemkot Denpasar dan PT Bali Turtle Island Development atau BTID selaku pengembang kawasan Pulau Serangan, didesak segera mencari titik temu terkait kelanjutan pembangunan di kawasan yang berada di Selatan ibu kota Bali tersebut.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 16 Maret 2015  |  14:54 WIB

Kabar24.com, DENPASAR--Pemkot Denpasar dan PT Bali Turtle Island Development atau BTID selaku pengembang kawasan Pulau Serangan, didesak segera mencari titik temu terkait kelanjutan pembangunan di kawasan yang berada di Selatan ibu kota Bali tersebut.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan sisi barat Pulau Serangan yang kini mangkrak paska direklamasi dapat segera dibangun agar sesegera mungkin selesai. Dia mengungkapkan investor berencana membangun akomodasi wisata berkonsep green building.

"Saya bayangkan, kalau pembangunan di situ jalan, berapa pajak yang akan masuk ke Pemkot Denpasar," Senin (16/3/2015).

Menurutnya, dirinya sudah bertemu dengan investor dan menekankan agar pembangunan kawasan itu harus mengadopsi budaya masyarakat serta bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat.‎

Dari pertemuan itu, Pastika mengakui investor terganjal izin mendirikan bangunan (IMB) dari wali kota Denpasar.

‎Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) yang diajukan pengembang.

Pasalnya, mereka menilai pengembang belum memberikan jamina perihal zona-zona pemanfaatan, dan mengenai detil estetika bangunan sesuai kearifan lokal.

"Dengan kondisi itu, wali kota belum bisa tandatangan memberikan persetujuan," ungkapnya.

BTID merupakan perusahaan yang mendapatkan hak mengembangkan kawasan Pulau Serangan, Denpasar sejak 1996. Pulau yang sebelumnya terpisah dari Denpasar itu ‎direklamasi sehingga luasannya menjadi sekitar 491 Ha, dari awalnya hanya 112 Ha. Namun, hingga kini rencana pengembangan kawasan itu berhenti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata bali pulau
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top