Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Usut Korupsi, KPK Harus Jauhi Dendam Pribadi

DPR meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjauhkan dendam pribadi saat mengusut kasus korupsi pejabat.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 16 Maret 2015  |  16:07 WIB
Usut Korupsi, KPK Harus Jauhi Dendam Pribadi
Pimpinan KPK
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA—DPR meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjauhkan dendam pribadi saat mengusut kasus korupsi pejabat.

Fadli Zon, Wakil Ketua DPR, mengatakan KPK harus taat secara hukum, sesuai dengan prosedur dalam mengusut kasus korupsi.

“Dalam menetapkan status tersangka, pakai SOP yang ada. Jangan ada dendam dan ego,” katanya di Kompleks Gedung Parlemen, Senin (16/3).

Permintaan itu, diungkap langsung oleh Fadli saat kelima komisioner KPK datang untuk bersilaturahmi dengan pimpinan DPR. “Itu satu dari sejumlah masukan yang saya ungkap dalam pertemuan.”

Menurutnya, KPK bukan alat untuk membalas dendam kepada seseorang yang dianggap pernah mencurangi. “KPK harus tetap dalam koridor hukum dalam memberantas korupsi di Tanah Air,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, KPK juga harus menjelaskan apa syarat dan bagaimana prosedur penyadapan kepada calon tersangka.

“Di negara maju, penyadapan bisa dilakukan atas izin dari otoritas tertentu. Bukan seenaknya sendiri.”


Menurutnya, KPK saat ini masih semaunya sendiri dalam melakukan penyadapan.

“Untuk itu, DPR juga meminta untuk membenahi prosedur penyadapan. Jangan semena-mena menyadap orang,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kasus korupsi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top