Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum Abraham Samad Malas Komentar

Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri atas perkara dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai pimpinan KPK.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 28 Februari 2015  |  10:48 WIB
Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum Abraham Samad Malas Komentar
Ketua KPK nonaktif Abraham Samad - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA-- Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri atas perkara dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai pimpinan KPK. Samad telah dilaporkan oleh Muhammad Yusuf Sahide pada akhir Januari 2015 lalu.

Menanggapi penetapan Abraham Samad sebagai tersangka, Kuasa Hukum Abraham Samad, Dadang Trisasongko, menyerahkan langkah hukum berikutnya kepada pihak KPK dan Pimpinan KPK saat ini.

Pasalnya menurut Dadang, status tersangka yang disematkan pihak Bareskrim Polri terhadap Abraham Samad kali ini, terjadi pada saat Abraham Samad berstatus sebagai pimpinan KPK, sehingga Dadang menyerahkan semuanya kepada KPK.

"Secara pribadi, saya lebih baik menyerahkan pada sikap pimpinan KPK saat ini, ini karena perbuatan hukum yang disangkakan terjadi pada saat AS (Abraham Samad) menjabat sebagai komisioner KPK," tutur Dadang saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (28/2/2015).

Selain itu, Dadang sebagai Kuasa Hukum Abraham Samad, juga tidak ingin terlalu banyak mengomentari perkara yang tengah menjerat kliennya sebagai tersangka untuk kedua kalinya.

"Saya belum bisa mengomentari kasus barunya," tukas Dadang. (Kabar24.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad Abraham Samad Tersangka
Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top