Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemohon Pailit Brent Ventura Pesimistis Hadapi Putusan Hakim

Pihak pemohon pailit PT Brent Ventura mengisyaratkan nada pesimitis atas putusan majelis yang menyatakan bahwa yang bisa memohonkan pailit atau PKPU hanya Otoritas Jasa Keuangan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  20:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pihak pemohon pailit PT Brent Ventura mengisyaratkan nada pesimitis atas putusan majelis yang menyatakan bahwa yang bisa memohonkan pailit atau PKPU hanya Otoritas Jasa Keuangan. 

Kuasa hukum pemohon pailit Togar M. Sijabat mengatakan pola pikir majelis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah terpatri bahwa Brent merupakan perusahaan modal ventura yang kewenangannya berada di bawah OJK.

“Sebanyak 15 hakim sudah berpikir seperti itu, strategi kami adalah mengajukan kasasi hingga PK [peninjauan kembali],” kata Togar kepada Bisnis, Rabu (28/1/2015).

Dia menambahkan ke-15 hakim tersebut dihitung dari jumlah putusan yang telah dibacakan yakni sebanyak lima kali. Dalam setiap putusan terdapat tiga hakim yang telah bermusyawarah sebelum membacakan amar.

Bahkan Togar sudah mempersiapkan surat kuasa dari klien untuk pengajuan kasasi sampai PK. Upaya tersebut ditempuh agar pihaknya bisa mendapatkan penyelesaian masalah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Selama ini, lanjutnya, para kreditur hanya mengedepankan penyelesaian utang melalui proses PKPU karena dipandang proses persidangannya lebih cepat (20 hari sejak didaftarkan). Namun, putusan restrukturisasi utang tersebut tidak mempunyai upaya hukum lain jika ditolak.

Menurutnya fakta tersebut yang membuat para kreditur berlomba-lomba untuk membuat gugatan baru. Hal tersebut menjadikan para hakim telah melakukan koordinasi untuk menyeragamkan amar putusannya.

Padahal, imbuhnya, putusan yang selama ini dibacakan perlu dikoreksi. Harapannya, majelis di Mahkamah Agung bisa memberikan pandangan lain dalam memeriksa perkara Brent tersebut.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top