Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Sebut Pemerintah Disibukkan dengan Masalah Ketidakjujuran

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan saat ini pemerintah disibukkan oleh permasalahan yang terkait dengan ketidakjujuran.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  15:18 WIB
Wapres Jusuf Kalla. Pemerintah disibukkan dengan masalah ketidakjujuran - Bisnis
Wapres Jusuf Kalla. Pemerintah disibukkan dengan masalah ketidakjujuran - Bisnis

Kabar24.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan saat ini pemerintah disibukkan oleh permasalahan yang terkait dengan ketidakjujuran.

Dalam peluncuran buku mantan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh, JK menuturkan dalam hidup berbangsa, ketidakjujuran akan menghambat kemajuan Indonesia.

"Kita sibuk semua hari-hari ini, khususnya pemerintah, karena berbicara tentang kemungkinan ketidakjujuran yang terjadi di bangsa ini. Kita bicarakan ini siang malam," kata JK di Hotel Bidakara, Rabu (28/1/2015).

 Wapres mengajak masyarakat, terutama jajaran pemerintahan Jokowi-JK, untuk menjalankan kinerja dengan prinsip kejujuran dan kerja keras.

"Artinya, apabila kita menjalankan kejujuran, bangsa ini tidak terlalu repot. Tetapi memang Tuhan juga menciptakan orang jujur dan tidak jujur. Karena itu ada hukum ada penjara," imbuhnya.

Kendati demikian, JK menegaskan pemerintah berupaya untuk meminimalisir dugaan ketidakjujuran yang terjadi di lingkungan pemerintah.

 Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-JK, sejumlah isu terkait ketidakjujuran dan korupsi masih berhembus. Dua diantaranya adalah kasus dugaan gratifikasi yang melilit calon tunggal Kapolri Komjenpol Budi Gunawan dan kasus dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada sejumlah pimpinan KPK.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Wapres JK
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top