Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Melemah, S&P Turunkan Peringkat Layak Investasi Rusia

Standard dan Poors menanggalkan peringkat layak investasi (investment grade) Rusia pada Senin, memangkasnya satu tingkat menjadi "BB+" ke dalam wilayah spekulatif atau junk (sampah).
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  08:49 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Standard dan Poors menanggalkan peringkat layak investasi (investment grade) Rusia pada Senin, memangkasnya satu tingkat menjadi "BB+" ke dalam wilayah spekulatif atau junk (sampah).

"Penurunan peringkat mencerminkan pandangan kami bahwa fleksibilitas kebijakan moneter Rusia telah menjadi lebih terbatas dan prospek pertumbuhan ekonomi telah melemah," kata lembaga pemeringkat itu dalam sebuah pernyataan.

Penurunan tajam harga minyak dan sanksi-sanksi Barat telah memukul ekonomi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dengan nilai rubel runtuh pada bulan lalu.

Standard and Poors adalah yang pertama menurunkan peringkat Rusia ke dalam wilayah spekulatif.

Moodys awal bulan ini memangkas peringkat Moskow menjadi Baa3, satu tingkat di atas sampah, seperti yang dilakukan Fitch, yang menurunkannya menjadi BBB-.

Standard and Poors memperkirakan bahwa ekonomi Rusia yang bergantung pada minyak akan mengalami kontraksi sebesar 2,6% pada 2015 akibat penurunan harga minyak mentah dan sanksi Barat atas Ukraina.

Lembaga pemeringkat memproyeksikan ekonomi Rusia akan tumbuh sekitar 0,5% per tahun dalam periode 2015-2018, di bawah 2,4% yang naik tipis selama empat tahun sebelumnya.

"Semakin rendah proyeksi pertumbuhan "mencerminkan kurangnya pendanaan eksternal karena pengenaan sanksi-sanksi ekonomi dan penurunan tajam harga minyak," kata lembaga pemeringkat.

"Kami juga memperkirakan bahwa penurunan daya beli dalam negeri sebagai akibat dari depresiasi nilai tukar dan kenaikan inflasi kemungkinan akan menghambat prospek pertumbuhan Rusia," katanya menambahkan.

Lembaga pemeringkat juga mengatakan "kami percaya bahwa sistem keuangan Rusia sedang melemah dan karena itu membatasi kemampuan Bank Sentral Rusia untuk mengirimkan kebijakan moneternya."

Standard and Poor's tidak yakin tentang kemampuan pemerintah Rusia untuk memulihkan pertumbuhan jangka panjang.

"Saat ini kami tidak memperkirakan bahwa pemerintah akan mampu secara efektif mengatasi hambatan struktural lama untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat atas proyeksi horosontal kami untuk 2015-2018," katanya.

Masalah-masalah termasuk persepsi korupsi, aturan hukum yang lemah, peran luas negara dalam ekonomi, serta iklim bisnis dan investasi yang menantang, menurut lembaga pemeringkat.(ant/yus)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi rusia

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top