Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Hasto Beberkan Lobi Abraham Samad & PDIP Untuk Kursi Cawapres Jokowi

Ini Alasan Hasto Beberkan Lobi Abraham Samad & PDIP Untuk Kursi Cawapres Jokowi
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  19:04 WIB
Hasto Kristiyanto membenarkan adanya pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan para petinggi partai politik terkait proses pencalonan calon wakil presiden pada pilpres tahun 2014 - Antara
Hasto Kristiyanto membenarkan adanya pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan para petinggi partai politik terkait proses pencalonan calon wakil presiden pada pilpres tahun 2014 - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Pelaksana tugas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku semula dirinya ingin menutupi kebenaran artikel "Rumah Kaca Abraham Samad" kepada publik dan media, sebelum dirinya mengetahui bahwa telepon selularnya disadap.

“Mula-mula kami sendiri mau menutupi. Kami tidak mau mengungkapkan, tapi ternyata handphone saya disadap, dan yang sadap ini mungkin ada yang pro dan kontra,” kata Hasto dalam konferensi pers di Apartemen The Capital, di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Hasto menekankan pihaknya tidak ada tendensi mengenai persoalan Kapolri, terkait pengungkapan kebenaran artikel Rumah Kaca Abraham Samad yang dimuat dalam kolom publik Kompasiana.

“Saya tidak ada tendensi dengan persoalan Kapolri karena itu adalah institusi negara. Persoalan Kapolri tidak lagi menjadi persoalan kami. Tidak ada kaitannya,” tegas Hasto.

Hasto mengatakan dirinya menyampaikan kebenaran artikel Rumah Kaca Abraham Samad disebabkan telepon selularnya disadap, dan di satu sisi Ketua KPK Abraham Samad menyebut berita itu fitnah.

“Kenapa baru disampaikan sekarang, karena baru dikatakan itu fitnah, baru beberapa hari lalu,” kata Hasto.

Dia menegaskan artikel berjudul Rumah Kaca Abraham Samad merupakan sebuah kebenaran.

BANTAHAN ABRAHAM SAMAD

Ketua KPK Abraham Samad menyatakan tuduhan yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto terhadap dirinya adalah fitnah.

"Dari keterangan yang disampaikan Pak Abraham Samad mengenai sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak yang diindikasikan berkaitan dengan pencalonan Pak Abraham sebagai Wakil Presiden waktu itu, penjelasannya bahwa semua yang disampaikan adalah fitnah belaka," kata Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Pribowo di gedung KPK Jakarta, Kamis (22/1/2015).

"Pak Abraham membantah dengan keras apa yang disampaikan Pak Hasto cs," ungkap Johan.

Johan menyatakan bahwa empat pimpinan KPK yaitu Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja serta pejabat struktural KPK yang terdiri tiga deputi dan sejumlah direktur yang sudah melakukan rapat dan meminta klarifikasi dari Abraham Samad.

"Jika keterangan pers yang disampaikan menyangkut seseorang dan seseorang itu adalah ketua lembaga seperti KPK, tentu ada klarifikasi-klarifikasi yang diberikan dan dengan tegas Pak Abraham menyampaikan hal itu tidak benar," ungkap Johan.

Pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh pimpinan KPK menurut Johan hanya terkait dengan sosialisasi pemberantasan korupsi.

"Pertemuan dengan parpol biasa dilakukan KPK karena beberapa kali ketua KPK diundang oleh parpol untuk sosialisasi dan bukan hanya Pak Abraham tapi juga Pak Bambang, Pak Pandu, Pak Zulkarnain sehingga tidak dinafikan ketika ada acara sosialisasi di depan partai politik tentu akan bertemu dengan elit parpol," tambah Johan.

Artinya, menurut Johan, pimpinan KPK diperbolehkan bertemu dengan elit parpol, namun tergantung substansi pembahasan dalam pertemuan itu.

"Substansi pertemuan itu harus diklasifikasikan apakah boleh dan tidak boleh, misalnya menghadiri pernikahan anaknya elit parpol kan tidak apa-apa, yang jadi poin adalah substansi pertemuan itu yang diklasifikasikan pertemuan itu haram atau halal," jelas Johan. (Antara)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad
Editor : Sutan Eries Adlin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top