Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kediaman PM Yaman Dikepung Gerilyawan

Para gerilyawan Houthi mengepung kediaman Perdana Menteri Yaman Khaled Bahhah di Istana Kepresidenan, Senin, kata Menteri Informasi Nadia Al-Saqaf mengumumkan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 Januari 2015  |  21:02 WIB
Kediaman PM Yaman Dikepung Gerilyawan
Perdana Menteri Yaman Khaled Bahhah. - www.aawsat.net
Bagikan

Bisnis.com, SANAA - Para gerilyawan Houthi mengepung kediaman Perdana Menteri Yaman Khaled Bahhah di Istana Kepresidenan, Senin (20/1/2015), kata Menteri Informasi Nadia Al-Saqaf mengumumkan.

Konvoi Bahhah diserang di Jalan Al-Zubair St., pusat kota Sanaa, sebelumnya hari ini setelah perdana menteri mengadakan pertemuan dengan Presiden Abd Rabbu Mansur Hadi; Serangan mengakibatkan tidak ada korban.

Houthi bersenjata mengambil posisi strategis di sekitar Istana Presiden dan daerah peguunungan di dekatnya, penyebaran yang tampaknya semakin besar, Al-Saqaf mengatakan dalam siaran pers yang diposting pada halaman Facebook-nya.

Mengomentari gencatan senjata yang dicapai oleh Houthi dan pasukan militer sore ini, menurut Antara/KUNA-0ANA, menteri mengatakan komisi keamanan bersama intensif kehadirannya di daerah titik-nyala sekitar Istana Kepresidenan untuk mengawasi gencatan senjata.

Korban tewas meningkat menjadi delapan orang sebagai akibat dari pertempuran hari ini antara Korps Pengawal Presiden dan Houthi di sekitar Istana Presiden, kata Al-Saqaf.

Kematian termasuk empat warga sipil, tiga orang bersenjata Houthi dan dua tentara, ia menambahkan, dan mencatat bahwa media milik pemerintah, kecuali untuk stasiun TV Aden, tidak lagi mengekspresikan sudut pandang pemerintah karena mereka berada di bawah kontrol Houthi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yaman pm yaman
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top