Jateng Kian Seksi, Tapi Terkendala Faktor Ini

Potensi pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh sektor industri di Jawa Tengah dinilai belum optimal tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai.
Oktaviano DB Hana | 07 Januari 2015 22:03 WIB
Tol Bawen/Solo

Kabar24.com, SEMARANG – Potensi pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh sektor industri di Jawa Tengah dinilai belum optimal tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai.

Kepala Cabang Jawa Tengah, PT Sucofindo (Persero), Muhammad Ihsan, mengatakan kawasan tersebut semakin dilirik oleh para investor di sektor industri.

Pasalnya, upah tenaga kerja di Jateng dinilai masih terjangkau pelaku industri padat karya.

Kendati begitu, dia menjelaskan potensi tersebut masih diadang sarana dan prasarana infrastruktur yang kurang memadai.

“Jateng sudah cukup seksi bagi pelaku industri padat karya, tapi akan sangat seksi dengan infrastruktur yang memadai,” ungkapnya saat ditemui Bisnis, Rabu (7/1/2015).

Ihsan mengungkapkan distribusi barang baik untuk domestik maupun internasional masih terkendala minimnya fasilitas pelabuhan dan jalan tol. Selain itu, lanjutnya, kapasitas bandara juga masih sangat minim.

Bandara Ahmad Yani, Semarang, kata Ihsan, dengan kapasitas 800.000 ribu penumpang/tahun saat ini mesti melayani penumpang hingga dua juta penumpang dalam setahun.

“Pelabuhan dan bandara tengah ditambah kapasitasnya. Akses tol Bawen-Solo [ruas tol tran-Jawa Semarang-Solo] perlu segera direalisasikan,” ungkapnya.

Wilayah Jateng, sambungnya, akan semakin prospektif bagi sektor industri jika PLTU Batang dapat segera direalisasikan.

Tag : infrastruktur, industri jawa tengah
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top