MEA 2015, Para Dosen Diminta Kreatif

Para dosen diminta melakukan inovasi dan kreatif dalam pembelajaran kepada mahasiswanya terkait menyambut masyarakat ekonomi Asean 2015, kata Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Hapsoro Tri Utomo.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Desember 2014  |  12:45 WIB
MEA 2015, Para Dosen Diminta Kreatif
Butuh revolusi mental. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Para dosen diminta melakukan inovasi dan kreatif dalam pembelajaran kepada mahasiswanya terkait menyambut masyarakat ekonomi Asean 2015, kata Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta, Hapsoro Tri Utomo.

Dia menjelaskanya dosen pun dituntut untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai kebudiluhuran dalam mata kuliah. Sebab, kemajuan teknoloi dan informasi saat ini menuntut setiap orang untuk kreatif agar tidak menjadi penonton, mengingat mulai tahun 2015 telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean.

Artinya ialah setiap orang terutama tenaga pendidik harus memiliki kemampuan lebih untuk bisa bersaing dan mampu menjadi contoh bagi mahasiswa. "Karena akan masuknya warga asing ke Indonesia terkait MEA, maka para dosen harus bisa melakukan inovasi dan kreatif dalam pembelajaran," tegasnya.

Sementara itu Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Djaetun HS mengatakan pendidikan dewasa ini masih lebih mengutamakan ranah kognitif dan sedikit mengabaikan ranah yang lain seperti afektif dan psikomotorik.

Akibatnya ialah banyak manusia cerdas dan terampil yang dihasilkan oleh pendidikan, namun kurang memiliki komitmen terhadap ucapan, sikap dan perbuatan serta nilai-nilai budi pakarti yang luhur.

Maka itu, sangat ia menekankan pentingnya nilai-nilai budi luhur yang dapat diaplikasikan atau diimplementasikan oleh semua civitas akademika.

Berbicara mengenai budi luhur adalah tentang untuk mengajak orang menjadi baik. Dengan menjadi orang baik, maka kebaikan itu bukan hanya bermanfaat pada diri sendiri tetapi juga sesamanya.

"Kebudiluhuran sangat terkait dengan ibu, karena ibu memiliki peran sangat penting dalam pembangunan karakter sejak dari kandungan hingga dewasa. Oleh karena itu jika bangsa ini akan melakukan revolusi mental, maka kuncinya adalah Ibu," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top