Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONGRES PAN: Ini 3 Nama Bakal Calon Ketua Umum

Partai Amanat Nasional (PAN) dijadwalkan memilih ketua umum periode 2015-2020 dalam Kongres 2015. Muncul tiga nama yang disebut-sebut bakal bersaing dalam kongres partai berlambang matahari putih itu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2014  |  07:29 WIB
KONGRES PAN: Ini 3 Nama Bakal Calon Ketua Umum
Partai Amanat Nasional, PAN
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--JAKARTA — Partai Amanat Nasional (PAN) dijadwalkan memilih ketua umum periode 2015-2020 dalam Kongres 2015. Muncul tiga nama yang disebut-sebut bakal bersaing dalam kongres partai berlambang matahari putih itu.

Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Selasa (16/12/2013), mengungkap tiga nama kandidat calon ketua umum PAN periode 2015-2020 yang akan bertarung di Kongres 2015 itu. “Kongres PAN sekitar bulan Maret atau April, yang muncul ada Zulkifli [Hasan], Hatta [Rajasa], dan Dradjad [Wibowo],” kata Tjatur di Gedung Nusantara I Kompleks Kantor DPD, DPR dan MPR, Senayan, Jakarta.

Tjatur mengatakan belum tahu calon terkuat yang akan bertarung dalam kontestasi tersebut. Namun dia menilai aspirasi di akar rumput partai masih menginginkan Hatta jadi ketua umum karena perolehan suara PAN di pemilu 2014 naik. “Belum tahu [calon kuat], tapi ada beberapa teman yang katakan bersama Hatta, PAN suaranya naik,” ujarnya.

Dia mengatakan suara daerah masih belum terlihat secara pasti siapa yang diinginkan untuk maju. Namun menurut Tjatur, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais sebagai pendiri partai, tegas membuka ruang demokrasi dalam pemilihan ketua umum nanti. “Saat ini belum mengkristal, mungkin Januari 2015 (terlihat calon ketum PAN). Pak Amien sekarang membebaskan, membuka keran demokrasi siapa yang maju,” katanya. Menurut dia, PAN memiliki tradisi kekeluargaan yang kental sehingga dirinya tidak melihat ada faksi-faksi di internal partai. Karena itu, ujar dia, tidak ada perpecahan di internal PAN terutama menjelang pemilihan ketua umum. “PAN kekeluargaannya kental, dan saya tidak melihat ada faksi-faksi di internal partai,” ujarnya. Selain itu, menurut dia, ada keinginan beberapa kader yang ingin membawa PAN ke Koalisi Indonesia Hebat namun mayoritas kader tidak menginginkan hal tersebut. Dia mengibaratkan berpindah ke KIH seperti memakan buah kuldi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai amanat nasional

Sumber : antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top