Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

HENGKY SULAIMAN: Demi Peran Rela Tidak Dibayar

Aktor senior Henky Sulaiman rela bermain pro bono alias tidak dibayar selama lebih dari sepuluh tahun terakhir demi membantu produksi film tugas akhir mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 14 Desember 2014  |  14:13 WIB
HENGKY SULAIMAN: Demi Peran Rela Tidak Dibayar
Hengky Sulaiman. - Indonesiafilmcenter.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Aktor senior Henky Sulaiman rela bermain pro bono alias tidak dibayar selama lebih dari sepuluh tahun terakhir demi membantu produksi film tugas akhir mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Karena mereka mahasiswa, saya tahu kesulitan mereka. Ada keprihatinan dan mau membantu selalu,” ujarnya.

Henky bercerita bantuan pertama yang diberikan kepada mahasiswa IKJ tersebut dilakukan pada 1993. Dari situ, banyak mahasiswa IKJ yang akrab dengannya dan sampai sekarang menjadi aktor langganan untuk terlibat dalam produksi film yang menjadi tugas akhir di IKJ.

Menurut Henky, pada dasarnya kemampuan para mahasiswa Indonesia dalam membuat film tidak perlu diragukan lagi. Dia hanya menyayangkan minimnya bantuan pemerintah dalam membantu sineas muda untuk berkesempatan memproduksi film.

Film terakhir besutan mahasiswa yang dimainkan oleh Henky berjudul Wan’an. Film pendek berdurasi 20 menit itu menceritakan tentang sepasang suami istri lanjut usia yang saling memaknai hari akhir dan kematian.  Film bergenre drama komedi itu berhasil memenangkan penghargaan  dari organisasi sekolah film internasional di Perancis, Centre International de Liason des Ecoles de Cinema et de Television(CILECT) pada 2012 lalu.

Aktor yang sempat mengenyam pendidikan seni peran di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) Yogyakarta banyak terlibat dalam produksi film yang disutradarai tokoh besar yang juga rekan kerjanya seperti Teguh Karya, Wahab Abdi, dan Pietradjaja Burnama. Dia mengasah kemampuan berperan melalui Teater Populer.

Pada era 1970-an saat banyak seniman teater merambah dunia layar lebar, Hengky menjadi salah satu aktor yang terlibat. Karirnya di dunia film dirintis melalui film perdana garapan Teguh Karya berjudul Wadjah Seorang Laki-Laki (1971). Dalam perjalanan karirnya, dia sempat menjadi asisten sutradara di film Ranjang Pengantin (1974), dan pimpinan produksi sekaligus produser di film Jangan Menangis Mama (1977).

Selain itu, kiprahnya sebagai sutradara dikenal melalui film Hidup Semakin Panas dan film Kabayan Mencari Jodoh (1994). Di usianya yang beranjak senja, produktivitas Hengky di dunia perfilman justru semakin aktif. Baru-baru ini dia terlibat dalam film 7/24, dan beradu akting dengan pemain muda berbakat a.l. Lukman Sardi, Ari Wibowo, dan Dian Sastrowardoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokoh

Sumber : Bisnis Indonesia Week End edisi 14/12/2014

Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top