Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinyatakan Melawan Hukum, Pulau Seroja Jaya Banding

PT Pulau Seroja Jaya mengajukan upaya hukum banding setelah dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum dan diperintahkan untuk mengganti kerugian hingga Rp93 miliar kepada PT Prima Eksekutif dan PT Asuransi Mega Pratama.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 08 Desember 2014  |  23:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pulau Seroja Jaya mengajukan  banding setelah dinyatakan  melakukan perbuatan melawan hukum dan diperintahkan  mengganti kerugian hingga Rp93 miliar kepada PT Prima Eksekutif dan PT Asuransi Mega Pratama.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, perusahaan yang bergerak di industri pelayaran terutama persewaan kapal untuk angkutan komoditas tambang,   mengajukan pernyataan banding sejak 19 November 2014 melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun, kuasa hukum PT Pulau Seroja Jaya (PSJ) Tony Budidjadja belum bisa dimintai komentar. Telepon yang bersangkutan tidak aktif dan pesan singkat dari Bisnis belum mendapatkan respons.

Secara terpisah, kuasa hukum PT Prima Eksekutif dan PT Asuransi Mega Pratama sebagai para penggugat, Bambang Siswanto mengaku siap menanggapi memori banding yang akan diajukan oleh tergugat.

“Sampai saat ini kami belum menerima memori banding tergugat, tetapi kami siap [menanggapi]. Kami menghormati hak pemohon tersebut,” kata Bambang kepada Bisnis, Senin (8/12/2014).

Dia menambahkan dalam hukum acara perdata  tidak diatur batas waktu penyerahan memori banding. Bahkan, memori tersebut bisa disusulkan jika pernyataan sudah dikirimkan ke pengadilan tinggi.

Perkara yang terdaftar dengan No. 520/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Pst. tersebut  diputus oleh majelis pada 17 November 2014. Majelis mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian dan menyatakan tergugat  melakukan perbuatan melawan hukum.

Majelis menghukum tergugat untuk membayar kerugian materiil  Rp93 miliar dengan rincian Rp53 miliar untuk PT Prima Eksekutif dan Rp40 miliar PT Asuransi Mega Pratama. Selain itu, majelis hakim menolak eksepsi tergugat untuk seluruhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum banding
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top