Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERPPU PILKADA: Kubu KMP Masih Beda Tafsir

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengakui bahwa kubu Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR masih memiliki tafsiran yang berbeda-beda terkait Perppu Pilkada Langsung sehingga masih diperlukan pendalaman.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Desember 2014  |  15:02 WIB
PERPPU PILKADA: Kubu KMP Masih Beda Tafsir
Pemungutan suara pada pilkada langsung. Kubu KMP masih beda tafsir soal Perppu - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengakui bahwa kubu Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR masih memiliki tafsiran yang berbeda-beda terkait Perppu Pilkada Langsung sehingga masih diperlukan pendalaman.

Menurutnya, saat ini sudah ada dua partai di KMP yang mengkaji Perppu Pilkada, yaitu Golkar dan PAN. Partai Beringin yang sudah melihat isi Perppu memutuskan untuk menolak produk legislasi itu. Sedangkan PAN mendukung meski sebelumnya terjadi pebedaan pendapat di internal partai itu.

"Golkar Menolak, PAN Menerima Perppu. Tentu Demokrat sesuai dengan apa yang telah dikatakan Pak SBY karena Perppu ini produk beliau," ujar Fahri di Gedung DPR, Senin (8/12/2014).

Sementara itu, partai lain seperti PKS, PPP, dan Gerindra masih dalam pembahasan Perppu, ujarnya. Fahri mengatakan massa reses kali ini akan digunakan KMP untuk bertemu dengan mantan presiden Susilo Bambang yudhoyono (SBY) guna membaca efek dan implikasi yang ditimbulkan dari Perppu.

"Sebagian ahli tata negara mengatakan ditolak jelek, diterima juga jelek. Kita ingin memcari celah komplikasi ini agar tidak merugikan pemerintahan dan proses konsolidasi demokrasi ke depan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Perppu UU Pilkada KMP
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top