Perusahaan Jerman Minati Biomassa Riau

Ferrostaal, perusahaan penyedia layanan industri asal Jerman menyatakan ketertarikannya memberikan skema pembiayaan untuk mengembangkan potensi biomassa sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik di Riau.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  16:54 WIB
Perusahaan Jerman Minati Biomassa Riau
Penjualan biodisel di SPBU. Perusahaan Jerman minati biomassa Riauj

Bisnis.com, PEKANBARU—Ferrostaal, perusahaan penyedia layanan industri asal Jerman menyatakan ketertarikannya memberikan skema pembiayaan untuk mengembangkan potensi biomassa sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik di Riau.

Irhas Irfan, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, mengatakan Ferrostaal Indonesia telah menawarkan kerja sama di sektor industrial project, industrieanlagen, piping supply, equipment solution, otomotif, dan intergrafica print&pack.

“Sebenarnya ada tiga perusahaan, yakni Ferrostaal, Maxxtec, dan Aprovis Energy System yang tertarik dengan potensi biomassa Riau. Akan tetapi, baru Ferrostal yang menawarkan kerja sama dengan kami,” katanya di Pekanbaru, Selasa (2/12/2014.

Irhas menuturkan skema kerja sama yang akan dibangun adalah pembiayaan untuk pengembangan industri tersebut di Riau. Pemerintah Riau sendiri akan mengajukan PT Pengembangan Investasi Riau sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang menjadi mitra Ferrostaal.

Nantinya, kedua perusahaan tersebut akan bekerja sama dan membentuk anak usaha baru atau menunjuk BUMD lainnya sebagai pelaksana proyek. Dengan begitu BUMD milik Pemerintah Riau diharapkan tidak lagi bergantung pada suntikan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Dilibatkannya BUMD dalam kerja sama ini akan memberikan keuntungan tambahan bagi daerah, karena perusahaan daerah tidak lagi bergantung kepada APBD dan mampu memberikan dividen,” ujarnya.

Melimpahnya produksi kelapa sawit di Riau menjadikan wilayah tersebut sebagai tujuan investasi sektor biomassa. Dengan luas perkebunan kelapa sawit yang mencapai 2,2 juta hektare, Riau memiliki potensi 16,23 juta meter kubik limbah cair sawit yang dapat dimanfaatkan menjadi listrik sebesar 90 MW.

Ferrostaal sendiri sebenarnya telah memiliki dua anak usaha di Indonesia, yaitu PT Ferrostaal Indonesia yang bergerak pada bidang pembangkit listrik, minyak dan gas, pertambangan, petrokimia, serta industries services.

Kemudian PT Ferrostaal Equipment Industries pada sektor consumables, pre press equipment, post press equipment, printing equipment, converting, packaging, wear and tear parts, technical assistence, dan spare parts.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biomassa

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup