Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Sulut Raup Dana Pihak Ketiga Rp19,82 Triliun

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Utara mencapai Rp19,82 triliun hingga kuartal III/2014 atau tumbuh 12,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp17,54 triliun.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 27 Oktober 2014  |  17:39 WIB
Perbankan Sulut Raup Dana Pihak Ketiga Rp19,82 Triliun
Bagikan

Bisnis.com, MANADO—Dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Utara mencapai Rp19,82 triliun hingga kuartal III/2014 atau tumbuh 12,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp17,54 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Luctor E. Tapiheru mengatakan tabungan berkontribusi paling besar, yakni sebesar Rp8,83 triliun atau memiliki pangsa 44,58% dari total DPK.

Setelah itu, deposito berkontribusi sekitar 36,69% dengan mengantongi Rp7,27 triliun. Adapun giro hanya terhimpun Rp3,71 triliun atau 16,73% dari total raupan DPK.

Meskipun demikian, deposito tumbuh paling besar yaitu 27,24% dibandingkan dengan produk perbankan lain, seiring dengan tingginya suku bunga yang diterapkan perbankan.

Adapun pertumbuhan tabungan hanya sebesar 3,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Sementara itu, giro relatif tumbuh biasa-biasa saja sebesar 12,98% karena mengikuti pengucuran dana dari APBD atau APBN,” ujarnya, Senin (27/10).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tabungan hanya tumbuh 2,57% dari sebelumnya Rp8,61 triliun. Sementara itu, giro cuma naik 16,70% dari sebelumnya Rp3,18 triliun.

Sejumlah perbankan di Sulut optimistis mampu menghimpun DPK yang telah ditargetkan, meski dihantui kesulitan di era ketatnya likuiditas saat ini.

Dia menegaskan tumbuhnya penghimpunan DPK itu menyebabkan aset perbankan di daerah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 13,89% hingga September 2014.

Aset perbankan di Sulut tercatat sebesar Rp32,82 triliun hingga September 2014, sedangkan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya Rp28,82 triliun.

Pertumbuhan aset itu, katanya, sejalan dengan perluasan jumlah kantor cabang perbankan, baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR).

Saat ini, total perbankan yang beroperasi di daerah tersebut mencapai 45 perusahaan, yang terdiri dari 28 bank umum dan 17 BPR.

Dari total angka itu, seluruh kantor cabang tersebar di 330 jaringan, mulai dari kantor pusat hingga unit. Jumlah kantor cabang itu meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 321 titik.

Rinciannya, bank umum memiliki 278 cabang per September atau bertambah tujuh jaringan dari sebelumnya 271. Adapun BPR memiliki 52 cabang atau bertambah dua kantor jaringan dari September tahun lalu 50 titik.

Pada perkembangan lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah (Kanwil) Manado menargetkan DPK sebesar Rp12,5 triliun sepanjang tahun ini atau naik 43,6% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu Rp8,7 triliun.

Nanu Rohanu, Wakil Pemimpin Wilayah (Wapinwil) Bidang Operasional BRI Kanwil Manado, menuturkan pihaknya mengakui saat ini semua bank tengah sulit menghimpun dana dari masyarakat.

“Di saat yang sulit ini, kami juga harus selektif dalam menyalurkan kredit sesuai arahan Bank Indonesia,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan sulut
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top