Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Ini Bilang PAN Pengkhianat Reformasi, Kenapa?

Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai sebagai pengkhianat reformasi karena ikut mendukung UU Pilkada
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 10 Oktober 2014  |  14:06 WIB
Pengamat Ini Bilang PAN Pengkhianat Reformasi, Kenapa?
Partai Amanat Nasional, PAN - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai sebagai pengkhianat reformasi karena ikut mendukung UU Pilkada.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai PAN tidak mungkin ada tanpa reformasi, yang notabene memiliki tujuan untuk mengembalikan kedaulatan kepada rakyat, salah satunya dengan pemilihan secara langsung.

“PAN itu lahir dari rahim reformasi. Namun partai itu juga yang sekarang ikut merusak hasil reformasi,” ujarnya dalam diskusi di gedung LIPI, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Senada, pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris mengatakan demokrasi sepatutnya terus berkembang, bukannya malah mundur seperti saat ini. Menurutnya jika kemudian pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD, maka hal ini mengingkari dan mengkhianati tujuan dari reformasi.

“Tujuan reformasi kan mengembalikan kedaulatan rakyat setelah adanya Orde Baru yang mengekang,” bebernya.

Menurutnya, dilihat dari sisi manapun, hak konstitusi akan dapat terpenuhi jika terdapat pemilihan langsung. Apalagi, lanjutnya hal itu berasal dari semangat amandemen ketiga dalam UUD 45.

“Tipikal politisi kita menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan yang minim etika. Hal itu menciptakan tipe kekuasaan yang oligarki dalam pemerintahan kita,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai amanat nasional
Editor : Rachmad Subiyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top