Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabinet Jokowi: Surya Paloh Sindir Muhaimin Iskandar

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyindir sikap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang tidak setuju agar menteri baru harus melepas jabatan di partai politik.
editor
editor - Bisnis.com 25 September 2014  |  17:33 WIB
Kabinet Jokowi: Surya Paloh Sindir Muhaimin Iskandar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyindir sikap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang tidak setuju agar menteri baru harus melepas jabatan di partai politik.

"Saya rasa itu Cak Imin (Muhaimin) barangkali sudah saat memulai sesuatu yang baru," kata Surya usai acara diskusi Di Bawah Pemerintah Jokowi-JK, Saatnya Membangun Kekuatan Pertanian Rakyat dan Keadilan Pangan Nasional", di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Namun, Surya meyakini bahwa Cak Imin memiliki pandangan tersendiri dan menyerahkan keputusan tersebut kepadanya.

"Kalau dia mau memberi sumbangsih yang berarti, dia tahu apa yang terbaik menurut Cak Imin. Saya yakin dia punya idealisme, punya pikiran, dan strategi besar, tapi apapun, itu keputusan ada di Cak Imin," jelas Surya.

Cak Imin menyatakan tidak setuju dengan usulan Jokowi agar menteri yang akan duduk di kabinetnya harus melepas jabatan di partai politik.

Menurut Cak Imin, pejabat partai politik tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik meskipun nantinya merangkap jabatan sebagai menteri.

Dia menjamin apabila kader PKB terpilih menjadi menteri akan bekerja secara profesional dan tidak akan terlalu aktif di partai karena tidak dibebani tugas partai.

Sementara itu, Surya sebagai Ketum Nasdem menegaskan bahwa Nasdem setuju jika menteri yang duduk di kabinet Jokowi-JK agar melepas jabatan di partainya.

Menurut Surya, hal tersebut merupakan proses pendidikan politik dalam menumbuhkan semangat baru dan revolusi mental.

"Itu sebuah prinsip kebijakan yang menurut nasdem itu hal yang baru. Ada proses pendidikan politik dalam menumbuhkan semangat baru, apa yg disebut dengan revolusi mental dan dimulai dengan keteladanan dari para pemimpin," kata Surya.

"Jadi jangan lagi mengulangi, sudah jadi presiden, masih merangkap menjadi ketua umum partai. Saya rasa itu tidak etis. Presiden itu presiden semua rakyat, semua partai-partai, bayangkan kalau sudah presiden, kepala negara, simbol negara, lalu menjadi ketum partai. Menurut saya itu sayang ya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhaimin iskandar kabinet Jokowi-JK
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top