Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RAKERNAS IV PDIP: Di Balik Makna Kehadiran Petinggi PAN & PPP

Perwakilan PPP dan PAN yang hadir pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) ke-IV Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Semarang membuka peluang baru untuk berkoalisi dengan partai berlambang banteng tersebut.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 19 September 2014  |  20:49 WIB
RAKERNAS IV PDIP: Di Balik Makna Kehadiran Petinggi PAN & PPP
Megawati Soekarno Putri - NH.jpg
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Perwakilan PPP dan PAN yang hadir pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) ke-IV Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Semarang membuka peluang baru untuk berkoalisi dengan partai berlambang banteng tersebut.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan sikap PDIP terbuka bagi partai lain yang ingin bergabung, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut dia, silaturahmi dan komunikasi dengan parpol di luar pengusung Jokowi-JK tetap dilakukan.

“Kalaupun kehadiran mereka pada Rakernas ini, kemudian menyatakan sikap untuk ikut dalam koalisi Pak Jokowi-JK, kemudian sebelum 1 Oktober menyatakan ikut bersama kami, tentu saja kami akan terbuka, akan bersama bersama membangun bangsa,” kata kata Puan disela-sela Rakernas di Marina Convention Center Semarang Jateng, Jumat (19/9/2014).

Pernyataan Puan menanggapi kehadiran pelaksana tugas (plt) Ketua Umum PPP Emron Pangkapi didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Isa Muchsin. Sedangkan dari Partai PAN, diwakili oleh Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo dan Ketua Fraksi PAN Catur Sapto Edy.

Saat disinggung mengenai kemungkinan bagi kursi menteri dari PAN dan PPP, presiden terpilih Joko Widodo mengatakan saat ini fokus membicarakan struktur kabinet.

“Belum berbicara siapa yang duduk di situ. Nanti pelan-pelan saja,” kata dia.

Plt. Ketua Umum PPP Emron Pangkapi menegaskan kehadirannya dalam acara Rakernas PDIP ke IV sebatas memenuhi undangan resmi dari Ketua Umum PDIP Megawati. Tradisi menghadiri undangan dalam Rakernas PDIP, kata dia, telah dilakukan sejak lama.

“Kalau kami mengadakan hajatan tingkat nasional, kita juga mengundang dari partai lain,” ujar dia.

Secara historis, kata Emron, komunikasi PPP dengan PDIP terjalin baik sejak Megawati yang menjadi sebagai Ketua Umum PDIP menjabat sebagai Presiden dengan Wakil Presiden adalah Hamzah Haz yang waktu itu menjadi Ketua Umum PPP.

Menurutnya, komunikasi dan hubungan baik juga dilakukan kepada sesama tokoh partai politik lain. Emron menyatakan kehadiran dalam Rakernas tersebut bukan berarti keputusan PPP saat ini berubah dengan merapat ke kubu tim pemenangan Jokowi-JK.

“PPP punya tata cara dalam pengambilan keputusan, kita melalui musyawarah kerja nasional atau setara rakernas seperti ini. Atau lebih tinggi keputusan partai ditentukan dalam muktamar. Kehadiran saya tidak mempengaruhi keputusan partai,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PAN Catur Sapto Edyk. Menurutnya, kehadiran dirinya sebatas memenuhi undangan dalam acara Rakernas PDIP ke-IV.

“Kita mencontoh Soekarno-Hatta, politik itu dinamis. Tetapi yang penting komunikasi. Walau beda posisi politik tapi tidak boleh terputus,” kata dia.

Dalam sambutannya, Megawati menyatakan sikap PDIP mendukung pelaksanaan pilkada langsung. Dia menyatakan adanya RUU Pilkada justru gerak mundur demokrasi yang telah berlangsung di Tanah Air.

“Kalau pilkada ditentukan legislatif akan mencabut hak rakyat itu sendiri," kata dia.

Pada Rakernas yang dihadiri 1.590 kader partai itu, dihadiri pula semua ketua umum partai koalisi Indonesia hebat seperti Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto serta Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip rakernas pdip
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top