Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KREDIT PERBANKAN: Pertumbuhan Kredit Bank Umum di Jawa Tengah Melambat

Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah V Jawa Tengah dan DIY mencatat pertumbuhan kredit bank umum di Jateng terus menunjukkan tren perlambatan.n
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com,SEMARANG — Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah V Jawa Tengah dan DIY mencatat pertumbuhan kredit bank umum di Jateng terus menunjukkan tren perlambatan.

Pada Juni 2014 kredit bank umum tercatat tumbuh 15,96% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada Maret 2014 yang mencapai 16,5% (yoy).

Pada akhir tahun 2013 kredit masih tumbuh 16,98% (yoy).

Perlambatan pertumbuhan kredit ini mengkonfirmasi melambatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II-2014 yang tumbuh 5,2% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan I-2014 sebesar 5,4%.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kanwil V Marlison Hakim mengatakan perlambatan pertumbuhan kredit terutama terjadi pada kredit investasi khususnya kredit pada sektor konstruksi, sektor real estate, dan sektor jasa-jasa.

Selain itu, kata dia, perlambatan pertumbuhan kredit juga terjadi pada kredit konsumsi khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), sementara untuk kredit modal kerja mengalami peningkatan pertumbuhan. 

“Pertumbuhan ekonomi melambat, namun proses relokasi perusahaan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah saat ini sedang berlangsung,” kata Marlison saat ditemui Bisnis, di kantornya, Senin (15/9/2014). 

Dia memaparkan data per Juni 2014 total nilai kredit yang disalurkan oleh bank umum di Jawa Tengah mencapai Rp187,4 triliun.

Sebagian besar merupakan kredit produktif yang terserap di berbagai sektor ekonomi dengan pangsa mencapai 67,84%.

Sementara itu, ujarnya, pangsa kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat 35,16% yang sebagian besar terserap di sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan pangsa 64,63%, terutama di subsektor perdagangan.

Sementara pangsa kredit UMKM di sektor industri pengolahan tercatat 10,50%. Selebihnya terserap di berbagai sektor ekonomi di antaranya sektor jasa 6,44%.

“Pangsa pertanian dan industri di sini cukup bagus. Dan sekarang beberapa perusahaan besar mulai melirik Jateng untuk membangun perusahaan. Yang sudah terlihat perusahaan tekstil dan produk tekstil di Boyolali,” kata dia.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Khamdi
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper