Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penetapan Hakim Agung Ditunda Komisi III

Komisi III DPR RI memutuskan untuk menunda pleno penetapan lima calon Hakim Agung menyusul adanya masukan dari masyarakat guna lebih mendalami track record masing-masing kandidat.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 15 September 2014  |  20:40 WIB
Penetapan Hakim Agung Ditunda Komisi III

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi III DPR RI memutuskan untuk menunda pleno penetapan lima calon Hakim Agung menyusul adanya masukan dari masyarakat guna lebih mendalami track record masing-masing kandidat.

Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin mengatakan rekam jejak dari masing-masing kandidat yang masih perlu didalami dan dikonfirmasi. “Akurasinya dinilai belum pas. Jadi masih perlu kita konfirmasi,” katanya, Senin (15/9/2014).

Namun, Aziz masih enggan mengungkap track record yang dinilai belum akurat tersebut. Hanya saja, aziz mengungkapkan bahwa masukan tersebut cukup serius serta dapat mempengaruhi hasil akhir dari proses uji kepatutan dan kelayakan.

Langkah penundaan pleno penetapan lima hakim agung ini disepakati oleh tujuh fraksi kecuali Fraksi Hanura dan PKB. Anggota Komisi III dari FP Hanura Syarifudin Sudding mengingatkan langkah penundaan ini tidak lazim dan dapat mengundang kecurigaan publik. “Penetapan kandidat terpilih segera dilakukan.”

Menurutnya, setelah fit and proper hakim agung langsung diputuskan, tidak pernah ada jeda waktu seperti saat ini. “Penetapan tersebut untuk menghindari ada tanggapan-tanggapan miring dari publik,” tegasnya seperti yang dikutip dalam situs resmi DPR.

Lima calon Hakim Agung yang telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III adalah Muslich Bambang Luqmono, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jayapura untuk kamar pidana; Amran Suadi, Wakil Ketua Pengadilan Agama Surabaya untuk kamar agama; Sudrajad Dimyati, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak untuk kamar perdata; Purwosusilo, Dirjen Badan Peradilan Agama MA; serta Is Sudaryono, Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (TUN) Medan untuk kamar TUN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hakim agung
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top