Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapan Tibanya Hari Kiamat? Ini Ulasan Stephen Hawking

Meski hari kiamat menjadi rahasia tuhan, namun fisikawan Inggris terkemuka Stephen Hawking menyebutkan kehancuran alam semesta bisa saja terjadi karena partikel tuhan atau yang dikenal dengan Higgs Boson tidak stabil.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 September 2014  |  08:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kapan tibanya hari berakhirnya kehidupan dunia - Hari Kiamat - menjadi rahasia Sang Pencipta. Namun fisikawan Inggris terkemuka, Stephen Hawking mengemukakan pandangannya tersendiri ihwal tibanya Hari Kiamat.

Menurut Hawking, kehancuran alam semesta bisa saja terjadi karena partikel Tuhan - yang dikenal dengan Higgs Boson - tidak stabil.

Dalam bukunya berjudul ‘Starmus’, Hawking menyebutkan bahwa partikel Tuhan kemungkinan tidak akan stabil ketika mendapat tekanan yang sangat tinggi.

Menurutnya, alam akan hancur dalam satu kecepatan cahaya yang tidak diketahui kapan akan terjadi.

Profesor Matematika dari Cambridge University itu menjelaskan bahwa pada level energi tertinggi, Partikel Tuhan bisa menjadi tidak stabil dan mengakibatkan malapetaka besar. Dengan demikian, tidak akan ada lagi ukuran dan bentuk maupun ruang dan waktu sebagaimana alam semesta.

"Higgs berpotensi mengubah dunia menjadi sesuatu yang menakutkan setelah menjadi tidak stabil pada energi di atas 100 miliar giga-elektron-volts (GeV)," jelas Hawking.

Dalam kondisi tersebut, akan terjadi fluktuasi kuantum yang menciptakan gelembung vakum di alam semesta.

"Karena energi yang rendah, gelembung itu akan mengembang dengan kecepatan cahaya dan menyapu semua yang ada di hadapannya," ujarnya sebagaimana dikutip mirror.co.uk, Selasa (9/9/2014).

"Ini bisa terjadi kapan saja. Kita tidak akan pernah tahu kapan bencana ini datang," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dunia fisikawan

Sumber : mirror.co.uk

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top