Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABINET JOKOWI-JK: Ini Kementerian Rawan Korupsi Versi ICW

Indonesia Corruption Watch (ICW) meyakini ada sejumlah Kementerian yang diprediksi rawan tindak pidana korupsi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Agustus 2014  |  18:09 WIB
Jokowi-JK - Antara
Jokowi-JK - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Indonesia Corruption Watch (ICW) meyakini ada sejumlah Kementerian yang diprediksi rawan tindak pidana korupsi.

Hal tersebut diakui ICW akan membuat pemerintahan baru pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla terganggu.

Terlebih jika beberapa Kementerian tersebut dipimpin seorang politisi.

Penegasan tersebut disampaikan Koordinator ICW, Ade Irawan dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

"Menurut saya, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama adalah paling rawan, terutama yang dipimpin oleh politisi," tuturnya.

Oleh karena itu, ICW mengimbau pasangan Jokowi-JK agar melakukan seleksi ketat untuk memilih nama-nama menteri yang akan mendampinginya selama lima periode ke depan nanti.

Selain itu, dengan seleksi ketat maka pasangan Jokowi-JK juga akan terhindar dari intervensi partai politik yang memiliki kepentingan kelompoknya.

"Seleksi yang ketat pada rekrutmen menteri itu penting untuk menjaga intervensi politik. Kalau saja presidennya punya otoritas besar, menteri yang tidak compatible bisa di-cut atau ditegur," kata Ade.

ICW juga berharap pasangan Jokowi-JK dapat memimpin secara tegas dan tidak melakukan kompromi dengan beberapa partai politik yang akan mengganggu kinerja pemerintahannya.

"Apabila dari awal presiden sudah melakukan kompromi, maka ke depan posisi menteri akan jadi sarana logistik partai," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi kabinet Jokowi-JK
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top