Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ARUS BALIK LEBARAN: Ketapang-Gilimanuk Macet Sejak Minggu Malam

Kemacetan kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, yang terjadi sejak Minggu (3/8/2014) malam, hingga Senin pagi mulai terurai perlahan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Agustus 2014  |  05:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, GILIMANUK -- Jalur penyeberangan menuju Pulau Jawa dipadati arus balik para pemudik.

Kemacetan kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, yang terjadi sejak Minggu (3/8/2014) malam, hingga Senin pagi mulai terurai perlahan.

Antrean kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, pada H+7 Lebaran itu tidak separah hari-hari sebelumnya.

Kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit untuk mengantre di Pelabuhan Ketapang sebelum memasuki dek kapal penyeberangan Jawa-Bali itu.

Pemandangan yang sama juga terlihat di Pelabuhan Gilimanuk. Di pos pemeriksaan KTP juga tidak terlihat adanya antrean panjang seperti hari-hari sebeluimnya.

"Dua malam yang lalu antreannya masih panjang sekali," kata Joko Santoso, sopir mobil antar-jemput penumpang (travel) jurusan Surabaya-Denpasar, di Pelabuhan Gilimanuk.

Puncak kepadatan arus balik di jalur penyeberangan Jawa-Bali itu terjadi pada Sabtu (2/8) malam.

Pada musim kepadatan mudik Lebaran tahun ini, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mengerahkan 36 unit feri di jalur penyeberangan Jawa-Bali.

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur Surabaya-Banyuwangi melalui Situbondo pada Minggu (3/8) malam padat namun tetap lancar dari kedua arah.

Demikian pula dengan arus lalu lintas di jalur Gilimanuk-Denpasar pada Senin pagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Arus Balik

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top