PELECEHAN SEKSUAL: Malaysia Kirim Diplomatnya Jalani Peradilan di Selandia Baru

Seorang diplomat Malaysia yang menghindari pengadilan di Selandia Baru justru dikirim kembali oleh pemerintah negaranya untuk menjalani persidangan.
News Editor | 02 Juli 2014 20:41 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -- Seorang diplomat Malaysia yang menghindari pengadilan di Selandia Baru justru di kirim kembali oleh pemerintah negaranya untuk menjalani persidangan di Negeri Kiwi tersebut.

Malaysia, Rabu (2/7/2014) mengatakan akan mengirim kembali seorang diplomatnya yang ditunggu di Selandia Baru untuk menghadapi tuduhan pelanggaran susila.

Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (Asean) sebelumnya dikabarkan meminta Wellington menutup kasus atas pejabat pertahanan Muhammad Rizalman Ismail, dan berjanji bahwa diplomat itu tidak akan pernah kembali ke Selandia Baru, demikian isi surat yang disiarkan, Rabu.

Muhammad Rizalman hadir dalam pengadilan Selandia Baru pada 10 Mei atas tuduhan membuntuti seorang perempuan berusia 21 tahun ke rumahnya di pinggiran Wellington, di kawasan yang sama dengan lokasi Komisi Tinggi Malaysia berada.

Polisi menuduh pria itu melakukan kekerasan dalam usaha memperkosa -- kedua tindakan kriminal dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, tetapi pria itu mengelak peradilan dengan dalih kekebalan diplomatik, kemudian pulang ke negaranya.

Namun sebaliknya, Kementerian Luar Negeri Malaysia, Rabu mengatakan bahwa Muhammad Rizalman akan kembali ke Selandia Baru "guna membantu proses penyelidikan untuk menyusun dakwaan."

"Pemerintah Malaysia berpendapat bahwa keputusan ini akan membuat satu peluang bagi Tuan Muhammad Rizalman untuk bekerja sama secara penuh dalam membantu pihak berwenang di Selandia Baru melakukan penyelidikan untuk melawannya."

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully mengatakan "Perkembangan yang sangat diterima, dengan menggarisbawahi ini merupakan kepercayaan baik dan integritas, sebagai cara pendekatan Malaysia mengatasi masalah ini."

Masalah ini menggemparkan Selandia Baru dan pemerintah menghadapi kecaman karena gagal menjamin pengadilan bagi diplomat.

Pemerintah Malaysia juga dituduh warganya telah salah memberi perlindungan terhadap Muhammad Rizalman. 

Berdasar informasi di akun facebook Star Online,  Muhammad Rizalman Ismail, 38, bertugas sebagai staf pertahanan Komisi Tinggi Malaysia di Wellington, sejak setahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pelecehan Seksual

Sumber : Antara/AFP/Star Online
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top