Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wortel Masih Jadi Pemicu Utama Inflasi Sumut

Kenaikan harga wortel sepanjang Juni di Medan masih menjadi pemicu utama laju inflasi Sumatra Utara. Pada Juni, inflasi Sumut tercatat 0,52% dibandingkan dengan Mei 2014 sebesar 0,43%.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 01 Juli 2014  |  13:02 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Kenaikan harga wortel sepanjang Juni di Medan masih menjadi pemicu utama laju inflasi Sumatra Utara. Pada Juni, inflasi Sumut tercatat 0,52% dibandingkan dengan Mei 2014 sebesar 0,43%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark S. Pardamean menyebutkan harga wortel mengalami lonjakan tertinggi yakni 48,71% disusul bayam 21,06%, dan bawang merah 18,98%.

"Komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga yakni daging ayam ras 12,85%, telur ayam ras 7,25%, dan harga ikan kembung 5,92%," ujar Bismark di sela-sela pemaparan, Selasa (1/7/2014).

Akibat kenaikan beberapa harga komoditas tersebut, Medan mengalami inflasi tertinggi dari empat kota IHK yakni 0,6%. Sementara itu, kota lainnya yang mengalami inflasi yakni Padangsidempuan 0,55%, dan Sibolga 0,2%. Adapun Pematang Siantar justru mengalami deflasi 0,09%.

BPS Sumut mencatat dari 23 kota di Sumatra, 22 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 0,83%, dan terendah di Bukittinggi 0,09%. Pematang Siantar menjadi satu-satunya kota yang mengalami deflasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inflasi sumut
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top