Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mahkamah Agung AS Batasi Gugatan Kelompok

Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat membatasi gugatan kelompok dari pemegang saham, meniadakan gugatan kelompok (class action) sama sekali, dalam kasus yang melibatkan Halliburton Co.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 24 Juni 2014  |  17:46 WIB
Mahkamah Agung AS Batasi Gugatan Kelompok
Bendera Amerika Serikat. Mahkamah Agung batasi gugatan kelompok - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat membatasi gugatan kelompok dari pemegang saham, meniadakan gugatan kelompok (class action) sama sekali, dalam kasus yang melibatkan Halliburton Co.

Perusahaan Energi dan Teknik yang berbasis di Houston, Texas ini didukung oleh kelompok pengusaha meminta MA untuk membatalkan 1.988 preseden yang dapat memperdayai pasar sebagai sebuah acuan untuk melakukan gugatan kelompok oleh pemegang saham. Pengadilan lain sebelumnya menolak untuk membatalkan opini yang diungkapkan Basic v Levinson oleh Hakim Ketua John Roberts, mengatakan bahwa Halliburton belum menunjukan pergerakan mendasar dalam teori ekonomi, hal tersebut dapat menjamin preseden.

Pengadilan justru memberikan tergugat alat baru untuk menghentikan gugatan oleh pemegang saham dengan menunjukkan bahwa dugaan pernyataan yang salah ini tidak mempengaruhi saham perusahaan. Keputusan itu akan menyingkirkan beberapa kasus yang lemah. Demikian diungkapkan oleh Larry Hamermesh, seorang profesor hukum Widener University yang mengajar litigasi sekuritas.

Efek-penipuan litigasi telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir bahkan ketika Kongres telah mencoba untuk mengendalikan masuknya lebih dari 4.000 gugatan kelompik yang diajukan sejak 1996.

David Boies dari kantor hukum Boies Schiller & Flexner mewakili tergugat. Halliburton diwakili oleh kuasa hukum Aaron Streett dari kantor hukum Baker Botts.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gugatan class action

Sumber : Bloomberg

Editor : Ismail Fahmi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top